Halaman

22 Januari 2010

Sports for Development



Untuk pengembangan program "sports for development", UNICEF Indonesia bekerjasama bersama UNICEF dan kedutaan Inggris. Seperti diketahui, Inggris akan mengadakan Olympiade di tahun 2012.

Pada Rabu (20/1), KREATif Pusat menghadiri undangan dari UNICEF untuk melakukan diskusi dengan beberapa perwakilan remaja Indonesia. Focus Group Discussion ini berkisar antara pandangan remaja, nilai-nilai, pengalaman dalam bermasyarakat dan apakah olahraga dapat membantu bersosialiasi dan membentuk self estem yang tinggi.

Ada 3 pertanyaan yang menjadi fokus diskusi, diantaranya:

1. What are the callenges youth faces?

2. How do you sports and physical education can help?

3.What is your ambition and what are barriers in the way of your achieving it?

Dari 4 kelompok yang melakukan diskusi, terangkum jawaban atas pertanyaan di atas sebagai berikut:

1.Sangat banyak hambatan yang harus kita hadapi. Ada pandangan bahwa pendidikan adalah satu-satunya yang penting. Kurikulum sekolah yang padat dan sangat membebani siswa. Ajaran yang diberikan lebih tnggi dari level yang seharusnya Waktu sekolah yang sangat panjang. Dari pukul 06.00-16.00 sehingga tidak memberikan kesempatan beraktifitas di luar sekolah. Sementara untuk menjadi atlit harus latihan tiap hari. Selain itu, adanya ekspetasi kesan Study oriented. Pemuda adalah manusia yang ukurannya masih harus belajar sehingga kerjaannya hanya belajar, serta kurangnya dukungan untuk siswa yang berprestasi dalam bidang kesenian dan olahraga. Sementara jika siswa berprestasi dalam bidang eksakta, sangat banyak dukungan yang diberikan.

Indonesia termasuk Negara yang mudah dimasuki informasi tanpa filter, sehingga banyak pemuda yang melakukan hal yang kurang berguna. Pemuda Indonesia mudah dipengaruhi trend, baik fashion maupun media. Padahal dampaknya tidak selalu baik.

Hambatan lainnya berupa krisis, baik krisis ekonomi, krisis politik, serta konflik daerah yang berkepanjangan. Akses informasi pun masih terbatas. Dan yang terpenting, fasilitas. Sejauh ini fasilitas olahraga yang tersedia masih sangat kurang dan lebih banyak yang dikomersilkan

2.Sangat banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari olahraga, antara lain: membantu dalam komunikasi dan partnership, mengajarkan mengatasi kritis, menggali bakat terpendam, mengalihkan dari perilaku negatif, mempromosikan nilai-nilai positif, membuat lebih berani dan percaya diri dalam mengeluarkan pendapat, sarana untuk melarikan diri dari tekanan akademis, kesempatan bagi siswa yang kurang berprestasi di bidang akademis, sportifitas dan kesetiakawanan.

“Seperti kata pepatah, di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Olahraga mengajarkan kita bagaimana menerima kekalahan dan kemenangan, sehingga pada PEMILU tidak perlu ada kandidat yang masuk rumah sakit jiwa karena kalah.” canda Adit, saat menyampaikan hasil diskusi. Seluruh ruangan terbahak dibuatnya.

3.Setiap pemuda punya ambisi, tapi hambatan utamanya adalah infrastruktur, fasilitas dan gender strata. Anggapan bahwa perempuan tidak bisa menjadi atlit. Selain itu, penghargaan bagi yang berprestasi di bidang olahraga masih minim. Prestasi seperti ini dianggap tidak punya masa depan. Kita semua berharap bisa mendapatkan keseimbangan informasi dari media antara yang baik dan yang buruk, serta informasi bagaimana caranya meraih ambisi. Dukungan bagi pelaku olahraga diharapkan datang dari pelbagai pihak; orangtua, masyarakat maupun pemerintah.

Tidak ada komentar: