Halaman

08 September 2010


Komunitas Remaja Pena Anak Kreatif
(KREATif)

mengucapkan


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H

Mohon maaf lahir dan bathin

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa

A-Z Puasa Ramadhan

Amal.
Dibulan suci ini, Amal menjadi sesuatu yang sangat berharga. Sedikit amal, berlipat-lipat pahalanya.bagaimana bila banyak beramal?
Baca.
Baca bisa dijadikan alternatif yang sangat positif untuk mengisi waktu-waktu kosong selama bulan puasa. Baca apa saja, dari mulai Al-Qur’an bahkan mungkin hanya sekadar Komik.
Ceramah.
Dari pada mendengarkan gossip yang ujung-ujungnya membicarakan orang lain, akan sangat lebih bermanfaat apabila kita mendengarkan ceramah-ceramah keagamaan. Selain berpahala, mendengarkan ceramah keagamaan juga bisa dijadikan penyegaran untuk otak kita dari pikiran-pikiran yang negatif.
Dermawan.
Berkembangnya Sikap ini adalah salah satu target dari Output dari bulan Raamadhan. Karena di byulan ramadhan kita dilatih untuk mendermawankan diri kita untuk menahan lapar,haus dan emosi kita dalam berpuasa.
Emosi.
Salah satu yang dapat membatalkan puasa kita adalah meledaknya kita dalam amarah. Oleh karena itu, pada saat bulan puasa kita harus lebih memaksimalkan diri kita dalam menjaga emosi kita agar selalu dalam keadaan yang tenag dan jauh dari amarah.
Fardu.
Berpuasa di Bulan Ramadhan adalah sebuah kewajiban(Fardhu) bagi umat muslim. Selain itu berpuasa juga tercantum dalam salah satu rukun Islam.
Gunawan.
Bulan Ramadhan itu Gunawan. Yaitu banyak kebaikannya. Di bulan ini, kita disuguhkan berbagai macam kesempatan untuk berbuat baik jadi tergantung bagi kita untuk memanfaatkannya.
Halangan.
Halangan yang dimaksud disini adalah Halangan yang ditujukkan bagi para perempuan. Seperti yang kita tahu bahwa Perempuan yang sudah menginjak remaja hingga batas umur tertentu akan mengalami yang namanya Menstruasi. Perempuan yang sedang mengalaminya tidak diperbolehkan untuk berpuasa namun tetap harus menghormati yang berpuasa dan jangan sekali kali dijadikan alibi untuk tidak berpuasa padahal tidak sedang Halangan.

Ikhlas.
Dalam bulan Ramadhan kita juga dilatih untuk lebih meningkatkan kualitas kita untuk bersikap Ikhlas. Caranya dengan prosedur dalam berpuasa itu sendiri. Yaitu kita dituntut untuk menahan lapar,haus dan Emosi dengan diliputi perasaan Ikhlas dalam menjalankannya.
Jaga diri.(1)
Pada saat berpuasa, kita dituntut untuk jaga diri kita untuk menambah kualitas dari Ibadah puasa kita. Jaga diri yang paling utama itu adalah Jaga Diri kita dari hal-hal yang berbau negatif.
Jelas.(2)
Berpuasa di bulan Ramadhan itu jelas. Maksudnya jelas ialah kita sebagai umat muslim secara jelas dituntut untuk berpuasa di bulan Ramadhan dan juga sudah tertera dalam Rukun Islam.
Jalan-Jalan.(3)
Ini yang paling sering kita lakukan pas ngabuburit. Kemana pun termasuk walau hanya sekadar jalan-jalan di sekitar rumah,dsb.
Khusyuk.
Sebagaimana sebuah Ibadah, Berpuasa juga memerlukan kekhusyukan. Itu dapat berupa kesungguhan kita untuk berpuasa dengan niat yang ikhlas karena Allah.
Lapar.
Dalam berpuasa, Lapar adalah tantangan yang berat berupa perasaan yang apabila dapat kita lawan akan mengundang banyak berkah pada kita apabila kita bisa melawannya.
Makna.
Bulan Ramadhan adalah bulan yg penuh Makna. Banyak didalamnya terdapat Keutamaan-Keutamaan yang hanya dimiliki oleh Bulan Ramadhan.
Nafsu.
Salah satu Hal utama yang yang dituntut dalam berpuasa adalah ketrampilan kita untuk menahan Nafsu. Baik itu menahan Nafsu untuk makan, menahan nafsu untuk minum, dsb.
Orang Tua.
Di bulan Ramadhan juga salah satu kesempatan kita untuk lebih berbakti kepada orang tua. Bisa dilakukan dengan banyak cara. Hanya dengan berpuasa saja pasti dapat membuat orang tua kita tersenyum hatinya karena mereka dapat melihat anaknya mengerjakan kewajiban yang positif yaitu berpuasa.
Pahala.
Bulan Ramadhan adalah kesempatan bagi kita untuk mengumpulkan pahala yang sebanyak-banyaknya. Karena di bulan ini, pahala yang ada akan dilipat gandakan. Apabila kita mengerjakan yang sunah, pahalanya kan setara dengan ibadah wajib. Dan bila kita melakukan yang Wajib, maka pahalanya akan berlipat-lipat lebih banyak dari yang seharusnya.
Quran.
Baca Quran adalah salah satu hal yang sangat ideal untuk kita kerjakan pada saat bulan Ramadhan. Terlebih lagi, Baca Qur’an juga dapat kita jadikan alternatif untuk ngabuburit. Jadi selain menunggu waktu berbuka kita dapat sambil mendapatkan pahala yang tentunya tidak sedikit dengan baca Qur’an.
Rutinitas.
Jangan mentang-mentang Puasa, rutinitas kita diabaikan seenaknya. Apalagi rutinitas yang penting, rutinitas sebagai pelajar, contonhya. Karena, semakin banyak kita beraktivitas, semakin banyak pula kesempatan kita untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.
Sahur.
Sahur itu ibarat penyedap dalam sayuran. Sehingga, bila tidak Sahur, pasti jaga akan ada sesuatu yang kurang dalam berpuasa.
Tantangan.
Bualn puasa juga identik dengan tantangan. Tangan dimana kita harus menahan lapar, menahan haus, menahan emosi dsb. Tapi justru dengan adanya tantangan itu,kita akan mendapat berkah yang lebih apabila kita berhasil menghadapinya.
Uang saku.
Di bulan-bulan lain, tentunya uang saku yang kita dapatkan akan kita gunakan untuk memenuhi keinginan2 kita untuk membeli sesuatu, jajan adalah salah satunya. Secara otomatis, uang saku yang kita dapatkan di Bulan Ramadhan pasti akan lebih sukar habis karena di bulan Ramadhan kecendrungan bagi kita untuk jajan sangat sedikit. Bila begitu, uang yang seharusnya kita habiskan untuk jajan bisa kita tabungkan atau lebih baik lagi kita sisihkan untuk orang yang tidak mampu.
Vit.
Kita harus selalu dalam kondisi yang Vit dalam menjalankan ibadah puasa agar tidak ada alasan bagi kita untuk lemas dan malas untuk beraktifitas di bulan puasa.
Waktu.
Waktu di bulan puasa adalah waktu-waktu yang sangat mulia, dimana setiap hal positif yang kita lakukan di waktu bulan puasa akan diridhoi oleh Allah SWT dan oleh karena itu, kita harus sebagaimana mungkin pandai memanfaatkan waktu di bulan puasa.
Xtra Tenaga.
Dalam berpuasa, kita tetap masih harus melakukan rutinitas-rutinitas penting yang biasa kita lakukan. Oleh karena itu, tentunya kita pasti memerlukan Xtra tenaga untuk melakukan rutinitas tersebut. Rutin minum vitamin adalah salah satu yang ideal untuk mendapatkan Xtra tenaga.
Yayasan.
Sekali-kali kita bisa mengunjungi Yayasan-yayasan sosial seperti Yatim Piatu. Disana, kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti buka puasa bersama anak-anak Yatim piatu disana dan tentunya akan mengundang banyak sekali pahala.
Zakat.
Zakat merupakan salahsatu kegiatan ngabuburit di akhir Ramadhan. Kita bisa menunggu waktu berbuka sambil mengurus penerimaan Zakat di Masjid. Tentunya, pahalanya pasti berlipat ganda.




Aditya Gilank Pratama_KREATif Jakarta

24 Juli 2010 : Makan Siang bersama Bu Linda

Hari ini, 24 Juli 2010, merupakan hari yang sangat menyenangkan. Suatu kehormatan bagiku mendapat undangan makan siang bersama Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Undangan makan siang ini bertempat di kediaman Ibu Linda sendiri, Kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan pukul 11.30 WIB.

Sekitar pukul 10.30 WIB, aku mendapat kabar dari Kak Susan

“Halo Nita, hari ini kamu ke rumah Bu Menteri, ya? Acaranya jam setengah duabelas”

“Hah?? Ke rumah Bu Menteri, Kak?? Alamatnya dimana??”

“Iya, kamu ke rumah Bu Linda. Ada undangan makan siang bersama. Nanti alamatnya kakak kirimin. Kamu janjian ya, sama Kak Adit, ketemuan dimana gitu. Oiya jangan lupa, promosiin KREATif”

“Oh iya deh, Kak. Nanti aku hubungi Kak Adit”

Ya, begitu singkatnya informasi yang diberikan Kak Susan. Tak lama kemudian, masuklah pesan singkat dari Kak Susan.

Kak Susan

Jalan Panglima Polim III No.146.

Dengan berbekal informasi dadakan yang diberikan oleh Kak Susan, aku berusaha mencari alamat tersebut bersama Kak Adit yang merupakan seorang Penulis Muda Indonesia 2010 (kategori SMA). Aku dan Kak Adit tak henti-hentinya berteleponan. Karena kami berdua sama-sama belum mengetahui rumah Ibu Linda, akhirnya kami berdua bertemu di dekat terminal Blok M.

Menyusuri hiruk pikuk kota Jakarta yang penuh dengan asap kendaraan bermotor, dan kemacetan, aku berusaha untuk sampai di terminal Blok M sebelum pukul 11.30 WIB. Tapi apa daya? Kondisi jalanan yang macet memaksaku untuk tiba di rumah Bu Linda tidak tepat waktu.

Setelah melewati jalanan ibu kota yang sangat macet, aku bertemu kak Adit di dekat terminal Blok M. Karena kami sama-sama tidak tahu rumah Ibu Linda, akhirnya kami naik taksi dari Blok M untuk menuju rumah Ibu Linda.

Tak lama kemudian,kami menemukan rumah Ibu Linda. Perasaan kami sungguh tidak enak, sebab kami tiba di sana pada pukul 12 kurang 10 menit, dan yang membuat perasaan kami lebih tidak enak lagi, kami tiba pada saat bu Linda sedang menyampaikan sambutannya di depan para tamu undangan.

Di hadapan kami saat ini ada dua kursi kosongn untuk tempat duduk kami. Senangnya lagi, aku mendapat 2 teman baru. Percaya atau tidak, satu dari dua orang diantara mereka berumur 13 tahun, tapi postur tubuhnya lebih tinggi dari aku. Hal ini membuatku minder, karena aku berbadan lebih pendek darinya. Ah, tapi aku harus percaya diri.

Ada juga, seorang anak yang bernama Michael, ia merupakan seorang tuna netra, tapi ia sangat pandai memainkan piano. ‘Merinding’ saat melihat ia memainkan lagu “Indonesia Pusaka” dengan pianonya, lagu ini juga merupakan lagu favorit Ibu Linda Gumelar. Bagiku, walaupun Michael tidak bisa melihat keindahan dunia, tapi ia mampu mengindahkan dunia bagi yang melihatnya.

Suatu kehormatan pula bagiku, ketika aku diizinkan mengucapkan harapan-harapanku kepada Ibu Linda.

Aku pun menceritakan kepada Bu Linda tentang hobiku, yaitu menulis. Aku juga memberi tahu Bu Linda mengenai prestasi pertamaku di bidang tulis menulis, yaitu saat aku menerima penghargaan sebagai The Best Indonesian Young Writers 2010, Juni lalu.

Setelah mendengar cerita singkat dariku, Ibu Linda melontarkan sedikit kalimat : “Berarti kamu punya potensi”. Sungguh, kalimat yang diutarakan Bu Linda memacuku untuk terus meraih prestasi.

Bukan hanya aku yang diperbolehkan mengucapkan harapan, tapi Kak Adit, para Pemimpin Muda Indonesia dan anak Indonesia yang lainnya pun boleh.

Ingat pesan Kak Susan, maka setelah selesai acara, Kak Adit memberikan buletin KREATif kepada Ibu Linda. Banyak tamu undangan yang ingin berfoto bersama Bu Linda, sehingga Kak Adit hanya memberikan buletin KREATif, tanpa menjelaskan apa itu KREATif.

Tidak ingin melewatkan kesempatan, aku dan Kak Adit pun berfoto bersama Ibu Linda. Sayangnya, kami berdua tidak membawa kamera. Sehingga, kami tidak membawa oleh-oleh untuk kami bawa pulang. Terpaksa, kami foto menggunakan kamera teman kami.

Tanpa menyesal, kami pun sadar, bahwa kami punya satu oleh-oleh yang kami bawa pulang, yaitu pengalaman makan siang bersama Ibu Menteri. Khususnya aku, rasanya bahagia sekali hari ini aku mendapatkan kesenangan yang berlipat-lipat. Kemarin, aku diundang oleh Bapak Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono untuk menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional. Hari ini, aku diundang makan siang bersama Ibu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindingan anak. Tak luput dari itu, aku juga senang mendapat teman-teman baru dari Pemimpin Muda Indonesia dan anak Indonesia lainnya. Hari ini adalah pengalaman tak terlupakan untukku.


Nita Oktaviya_KREATif Jakarta
Peraih penghargaan Penulis Muda Indonesia 2010 kategori SMP

18 Agustus 2010


Komunitas Remaja Pena Anak Kreatif (KREATif)
mengucapkan

Selamat Ulang Tahun Proklamasi Republik Indonesia
ke 65
Jayalah selalu Indonesiaku, pena-pena kami akan selalu menari untukmu

11 Agustus 2010

The Creative Writing Workshop 2010


Awal Juli 2010 kemarin, tepatnya 1-5 Juli 2010, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, United Nations Children's Fund dan Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan menyelenggarakan The Creative Writing Workshop untuk para penulis muda Indonesia. Kegiatan ini adalah rangkaian dari Lomba Menulis Nasional yang diselenggarakan setiap tahunnya. Nah, CWW kali ini dilaksanakan di Hotel Sahid Raya, Yogyakarta dan dihadiri oleh The Best Indonesian Young Writers 2009 dan 2010 beserta sejumlah anggota KREATif. Apa saja ya kegiatan 40 orang penulis muda dari seluruh Indonesia ini?

1 Juli 2010

Workshop dibuka oleh Ibu Lily I. Rilantono, Ketua Umum YKAI, Ibu Lely Djuhari (UNICEF) dan pejabat Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Lily berpesan kepada para peserta untuk menjadi anak Indonesia yang ceria dan dapat membawa bangsanya ke arah yang lebih baik.
Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan materi mengenai hak anak dan undang-undang no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang disampaikan oleh Ibu Winarti Sukaesih, Direktur Eksekutif YKAI. Kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai teknologi informasi dan komunikasi oleh Bapak Lilik dari Pustekkom Depdiknas. Dua sesi ini membawa para peserta hanyut dalam diskusi mengenai anak-anak dan permasalahannya. "Nah, inilah tugas kalian sebagai penulis. Tulislah peristiwa-peristiwa di sekitar kalian, buatlah perubahan dengan tulisan. Sampaikan kepada dunia dengan memanfaatkan teknologi informasi", pesan Pak Lilik.

Selepas makan siang, giliran Bapak Gunawan Alif (Majalah Cakram) yang "mengisi" para peserta dengan teknik menulis yang baik. Salah satu juri Lomba Menulis YKAI-UNICEF ini mengajak para peserta untuk berani mencoba berbagai gaya penulisan. Sehingga hasilnya lebih segar dan dipahami pembaca.
Sore hari yang tenang diisi dengan materi Human Interest Story oleh Pak Wisnu Nugroho, wartawan Harian Kompas yang pernah bertugas meliput di Istana Negara selama 5 tahun. Pembawaan Pak Wisnu yang santai dan menyenangkan membuat para peserta begitu menikmati sesi tersebut dan dapat menerima "ilmu" dengan baik.

Setelah makan malam, acara dilanjutkan dengan sesi lanjutan Pak Gunawan Alif. Serunya belajar mengedit dan menganalisa karya para pemenang Lomba Menulis. Karya Nita Oktaviya dan Aditya Gilank (pemenang tahun ini) tidak ketinggalan dijadikan bahan belajar.
Sekitar pukul 9 malam, sesi Inspirational Youth menghadirkan Aditya Gilank Pratama, ketua KREATif sekaligus The Best Indonesian Young Writer 2010 sebagai bintangnya. Aditya berbagi pengalaman menulis dan memperjuangkan hak anak kepada para peserta. Truly Inspirational!

Sebelum kembali ke kamar untuk beristirahat, para pemenang 2009 dan 2010 dibagikan bingkisan hadiah dari sejumlah sponsor seperti Kedaung Group dan Soho Group. Gayatri dari NTB yang menjadi finalis pada dua tahun berturut-turut mendapat sorakan dari teman-teman. Lantaran mendapat bingkisan dua kali lipat dan mengikuti sesi foto bersama dua kali juga.

Nah, demikian liputan hari pertama Creative Writing Workshop, tetap update Blog KREATif karena liputan hari selanjutnya akan dipost berseri.

10 Agustus 2010


Tim KREATif-YKAI-UNICEF
mengucapkan
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1431 HIJRIAH
semoga amal dan ibadah kita diterima Tuhan Yang Maha Esa

KAMI ANAK INDONESIA JUJUR, BERAKHLAK MULIA, CERDAS, DAN BERPRESTASI


24 Juli 2010 menjadi puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Pendopo Kepatihan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keterlambatan hari pelaksanaan akibat beberapa pertimbangan waktu sama sekali tidak menghambat kemeriahan jalannya acara. Para Kepala Dinas dan Badan serta sekitar 3500 anak se-DIY dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (Play Group), TK, SD, SMP, SMA hingga kalangan anak jalanan dan SLB berbaur menjadi satu disini. Tampak keceriaan hati yang terpancar dari wajah mereka ketika dapat menyumbangkan penampilan tari maupun nyanyian ke atas pentas sebagai wujud apresiasi seni. Penampilan Vocal Group anak jalanan, penampilan band dari Anak Berbakat Istimewa, serta tari-tarian dari SLB hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak pentas seni yang mereka sajikan. Suasana pun semakin hangat saat dibuka sesi berdialog dengan Pimpinan dari Dinas Provinsi DIY. Forum Anak Kota Yogyakarta atau yang akrab disapa “FAKTA” , menjadi perwakilan dalam penyampaian pembacaan suara aspirasi Anak Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan mengangkat tema “Kami Anak Indonesia Jujur, Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Berprestasi”, Bapak Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sangat yakin bahwa anak Indonesia sebagai generasi muda yang handal dan kompetitif dapat mampu mewujudkan masa depan cerah bagi Tanah Air Indonesia. Selamat Hari Anak Nasional !
Gladystria_KREATif Yogyakarta


Hari Anak Nasional 2010: Dari TMII hingga Le Meredien




Untuk kesekian kalinya, Indonesia merayakan sebuah perayaan akbar Hari Anak Nasional yang jatuh tepat pada Jumat, 23 Juli 2010 tahun ini. Kali ini, giliran bapak M.Nuh dan jajarannya yaitu Kementerian Pendidikan Nasional yang bertugas menjadi pihak penyelenggara utama perayaan. Berbeda dari tahun lalu, perayaan digelar di Sasono Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Acara yang disuguhkan sangat menarik dan menyenangkan untuk diikuti dari awal hingga akhir. Operet (yang salah satu bintangnya adalah Kak Seto), paduan suara anak, hingga atraksi pencak silat dari kawan-kawan pemenang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) menjadi kombinasi hiburan yang luar biasa dalam acara tersebut.
Bedanya bila dibandingkan dengan tahun lalu, perayaan tahun ini terkesan lebih ‘hening’ karena kealfaan para peserta Forum Anak Nasional 2010 serta Kongres Anak Indonesia 2010 yang tahun lalu menjadi salah satu peserta undangan perayaan. Namun walau dengan kekurangan demikian, perayaan Hari Anak Nasional tahun ini tetap menjadi perayaan yang paling berkesan bagi saya.
Perayaan Hari Anak Nasional 2007 adalah perayaan pertama yang benar-benar saya ikuti rangkaian kegiatannya dengan acara puncak di panggung prestasi, Dunia Fantasi (Dufan). Saat itu saya melihat beberapa kawan-kawan berprestasi yang diberikan penghargaan langsung oleh bapak presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rasa merinding tidak dapat saya hindari pada saat itu. Saya berpikir dalam nuansa mimpi, kapan saya bisa mendapat kesempatan seperti itu? Alhamdulillah, mimpi saya pun terjawab dalam perayaan Hari Anak Nasional tahun ini.
Berkat sebuah pencapaian menjadi The Best Indonesian Young Writer 2010 kategori SMA, saya dan Nita Oktaviya(The Best Indonesian Young Writer 2010 kategori SMP), beserta beberapa tokoh lainnya mendapat kesempatan untuk memperoleh penghargaan Presiden dalam perayaan Hari Anak Nasional tahun ini.

Sorenya, satu lagi hal berkesan baik bagi saya maupun Nita kami alami. Kami berdua diundang untuk menghadiri acara penyerahan penghargaan pada Pemimpin Muda Indonesia 2010 serta para Bupati/Walikota peduli anak (membuat Perda Akta Kelahiran Gratis) di Hotel Le Meridien, Jakarta. Dalam acara tersebut, kami diberikan satu lagi atribut penghargaan berupa plakat yang diserahkan langung oleh ibu Linda Gumelar selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Selain pemberian penghargaan, acara juga diisi dengan sambutan dari ketiga Pemimpin Muda Indonesia 2010 yaitu May dari Bali, Charles dari Kupang, dan Mulyadi dari Sumatra Barat. Ketiganya sangat apik memaketkan apa yang telah mereka lakukan dalam menyuarakan hak anak dalam satu sambutan. Sangat inspiratif.
Demikianlah sekilas dari rangkaian perayaan Hari Anak Nasional tahun ini. Sekali lagi, beruntung rasanya bisa mendapat kesempatan demikian. Merupakan sebuah pengalaman yang tidak bisa dilupakan dan sangat patut dijadikan cambukkan bagi kami untuk bisa lebih baik lagi kedepannya. Mudah-mudahan perayaan tahun depan dapat lebih baik lagi dari tahun ini dan terus begitu sampai seterusnya.

Aditya Gilank Pratama_KREATif Jakarta
The Best Indonesian Young Writer SMA 2010



27 Juli 2010

Liputan Forum Pemimpin Muda Nasional, Cibinong 5-10Juli 2010


PELANGI 4 HARI, WARNA-WARNI SELAMANYA

Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang dapat beraksi?

Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang hanya boleh memperoleh pengetahuan tentang kepemimpinan?

Anak dan remaja juga bisa!

Mmmm… butuh bukti?

Tepat pada kegiatan Forum Pemimpin Muda Nasional yang diadakan oleh WVI, lagi-lagi KREATif mengeluarkan jurus andalannya. Eits, jangan salah sangka, bukan jurus kucing garong atau ulat meliuk yang diandalkan, tetapi kemampuan dan pengalamanlah yang diutamakan. Didampingi oleh si vegetarian alias Kak Ayu… Adit, Tari, Val, Nitya dan Nita pun mengisi empat hari ke depan (7-10 Juli 2010) dengan memperkaya wawasan. Sebenarnya acara yang bertempat di Wisma Kinasih, Cibinong ini sudah berlangsung dari tanggal 5. Namun sayang, kita baru bisa mengikuti alur acara dari tanggal 7 dikarenakan ada acara berkaitan creative writing workshop. Jadi begitu tiba di Jakarta, kita langsung beralih ke Cibinong. Tak tanggung, tanpa istirahat terlebih dahulu. Maka terpaksa waktu tidur jam normal yang seharusnya berkisar 7-8 jam tercukur, lantaran kita baru bisa beristirahat di Cibinong sekitar pukul 01.30 WIB.

Pagi tiba. Mentari sudah letih bermain petak umpet. Sementara rembulan yang asam urat lantaran begadang semalaman pun menenangkan dirinya. Nah, di saat inilah, bersama 200-an anak dari seluruh Indonesia, KREATif memulai aksinya.

Pater Agato menjadi saksi kedatangan kita di hari pertama (setiap anak bebas menentukan tempat dari lima pilihan tempat yang telah disediakan). Tempat itu sendiri diambil dari nama seorang tokoh, yakni Pater Agato yang merupakan perintis pertanian organik. Tak sekadar pertanian organik, di sana kita juga dapat melihat kreasi-kreasi Tuhan manakala ia memadukan warna-warninya menjadi sebuah lanskap pemandangan yang indah. Bahkan tak hanya itu saja, uniknya, kita juga jadi tahu perihal nama-nama sayuran dan manfaatnya. Semisal sayuran mirip mentimun yang bernama sarkini dan tanaman poh-pohan yang bermanfaat guna menambah nafsu makan. Namun sayang, Nitya tereliminasi. Sebab begitu malam tiba, ia malah mengakhiri serangkaian acara dengan pulang ke rumahnya terlebih dahulu.

Tanggal berganti. Kita pun dijadwalkan bertemu dengan berbagai macam pengelola bangsa. Adit mendapat tugas di Kementrian Negara Koordinator Kesejahteraan Rakyat didampingi Kak Ayu, Nita serta Tari berkunjung ke Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan aku sendiri ambil bagian di Kementrian Sosial. Di sana kita pun mendapat berbagai pengetahuan sesuai dengan tugas dan bidang yang telah ditetapkan. Barulah begitu waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, kita membuat layang-layang yang berbentuk kupu-kupu.

Keesokkan harinya (9 Juli 2010) kita pergi Ancol. Di sana diadakan sebuah festival layang-layang. Dengan warna-warni yang indah nan unik khas anak, masing-masing peserta pun menaikkan layangannya masing-masing. Adit dan Nita sendiri menggoreskan hak-hak anak dalam kreasi mereka. Sementara Kak Ayu, aku dan Tari melukiskan sebuah bola dunia dengan tulisan KREATif dan YKAI-UNICEF sebagai penghiasnya. Seusai festival kita beralih ke Dufan. Di sana kita bermain sepuas-puasnya.

Hukum alam berlaku. Rotasi waktu selalu berputar dan kini tiba saatnya acara yang dinanti-nanti. Ya, tak salah lagi, apalagi kalau bukan teater anak. Bertempat di Gedung Usmar Ismail dan dibimbing oleh Sutradara Jose Rizal Manua, semua peserta NYLF (National Youth Leader Forum) pun tampil dengan memukau. Mereka mencurahkan isi hati, mengekspresikan kegalauan hati terhadap pemimpin masa kini dan bahkan menggoreskan merah kuning hijaunya Indonesia dalam berbagai macam tarian. Di akhir acara, para penonton bertepuk tangan, pertanda kagum akan talenta yang dimiliki oleh anak bangsa. Dan…di tempat ini pula layangan yang kemarin kami buat, dipamerkan bersama dengan layangan anak-anak lain. Adit dan Nita boleh membawa pulang layangannya. Sedangkan aku, Tari, dan Kak Ayu terpaksa tidak membawa pulang layangan kami karena beberapa layangan terbaik akan dipajang di KNPPPA. Syukurlah…layangan kami terpilih. Itu tandanya, layangan kami bagus J

Tak terasa itulah hari terakhir sekaligus puncaknya acara NYLF 2010. Beragam pengalaman unik, mengesankan dan bahkan tak terlupakan terjadi di sana. Baik suka maupun duka. Mulai dari tidak kebagian kamar, layangan yang sempat hilang dan bahkan curahan hati seorang gadis saat di Mensos. Memang, NYLF yang kita jalani cukup singkat, 4 hari saja. Bahkan rasanya, aku sendiri pun tak bisa menyebutkan satu per satu pengalaman tersebut dalam halaman yang terbatas ini. Namun justru dari empat hari itulah pelangi menampakkan dirinya dengan catatan, warna-warni yang digoreskan untuk selamanya.


Noval Kurniadi_ KREATif Jakarta

26 Juli 2010


KREATif (Komunitas Remaja Pena Anak Kreatif) mengucapkan:

SELAMAT

kepada

Aditya Gilank Pratama
dan
Nita Oktaviya

sebagai

Peraih Penghargaan Presiden untuk Penulis Muda Indonesia 2010