
(KREATif)
mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H
Mohon maaf lahir dan bathin
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa
Sekelompok anak muda berkumpul tepat di penghujung batas titik-titik embun kekerdilan hati yang sudah pergi satu jam lalu. Selembar kain berwarna putih dibentang melambangkan perdamaian abadi dan pena-pena mereka mereka mulai menari. Kedatangan para remaja ini cukup terorganisasi. Mereka didukung oleh YKAI dan UNICEF, organisasi sipil anak nasional dan internasional. Para remaja ini datang untuk menunjukkan pada dunia, mereka juga ikut peduli.
Hari ini, 24 Juli 2010, merupakan hari yang sangat menyenangkan. Suatu kehormatan bagiku mendapat undangan makan siang bersama Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Undangan makan siang ini bertempat di kediaman Ibu Linda sendiri, Kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan pukul 11.30 WIB.
Sekitar pukul 10.30 WIB, aku mendapat kabar dari Kak Susan
“Halo Nita, hari ini kamu ke rumah Bu Menteri, ya? Acaranya jam setengah duabelas”
“Hah?? Ke rumah Bu Menteri, Kak?? Alamatnya dimana??”
“Iya, kamu ke rumah Bu Linda. Ada undangan makan siang bersama. Nanti alamatnya kakak kirimin. Kamu janjian ya, sama Kak Adit, ketemuan dimana gitu. Oiya jangan lupa, promosiin KREATif”
“Oh iya deh, Kak. Nanti aku hubungi Kak Adit”
Ya, begitu singkatnya informasi yang diberikan Kak Susan. Tak lama kemudian, masuklah pesan singkat dari Kak Susan.
Kak Susan
Jalan Panglima Polim III No.146.
Dengan berbekal informasi dadakan yang diberikan oleh Kak Susan, aku berusaha mencari alamat tersebut bersama Kak Adit yang merupakan seorang Penulis Muda Indonesia 2010 (kategori SMA). Aku dan Kak Adit tak henti-hentinya berteleponan. Karena kami berdua sama-sama belum mengetahui rumah Ibu Linda, akhirnya kami berdua bertemu di dekat terminal Blok M.
Menyusuri hiruk pikuk kota Jakarta yang penuh dengan asap kendaraan bermotor, dan kemacetan, aku berusaha untuk sampai di terminal Blok M sebelum pukul 11.30 WIB. Tapi apa daya? Kondisi jalanan yang macet memaksaku untuk tiba di rumah Bu Linda tidak tepat waktu.
Setelah melewati jalanan ibu kota yang sangat macet, aku bertemu kak Adit di dekat terminal Blok M. Karena kami sama-sama tidak tahu rumah Ibu Linda, akhirnya kami naik taksi dari Blok M untuk menuju rumah Ibu Linda.
Tak lama kemudian,kami menemukan rumah Ibu Linda. Perasaan kami sungguh tidak enak, sebab kami tiba di sana pada pukul 12 kurang 10 menit, dan yang membuat perasaan kami lebih tidak enak lagi, kami tiba pada saat bu Linda sedang menyampaikan sambutannya di depan para tamu undangan.
Di hadapan kami saat ini ada dua kursi kosongn untuk tempat duduk kami. Senangnya lagi, aku mendapat 2 teman baru. Percaya atau tidak, satu dari dua orang diantara mereka berumur 13 tahun, tapi postur tubuhnya lebih tinggi dari aku. Hal ini membuatku minder, karena aku berbadan lebih pendek darinya. Ah, tapi aku harus percaya diri.
Ada juga, seorang anak yang bernama Michael, ia merupakan seorang tuna netra, tapi ia sangat pandai memainkan piano. ‘Merinding’ saat melihat ia memainkan lagu “Indonesia Pusaka” dengan pianonya, lagu ini juga merupakan lagu favorit Ibu Linda Gumelar. Bagiku, walaupun Michael tidak bisa melihat keindahan dunia, tapi ia mampu mengindahkan dunia bagi yang melihatnya.
Suatu kehormatan pula bagiku, ketika aku diizinkan mengucapkan harapan-harapanku kepada Ibu Linda.
Aku pun menceritakan kepada Bu Linda tentang hobiku, yaitu menulis. Aku juga memberi tahu Bu Linda mengenai prestasi pertamaku di bidang tulis menulis, yaitu saat aku menerima penghargaan sebagai The Best Indonesian Young Writers 2010, Juni lalu.
Setelah mendengar cerita singkat dariku, Ibu Linda melontarkan sedikit kalimat : “Berarti kamu punya potensi”. Sungguh, kalimat yang diutarakan Bu Linda memacuku untuk terus meraih prestasi.
Bukan hanya aku yang diperbolehkan mengucapkan harapan, tapi Kak Adit, para Pemimpin Muda Indonesia dan anak Indonesia yang lainnya pun boleh.
Ingat pesan Kak Susan, maka setelah selesai acara, Kak Adit memberikan buletin KREATif kepada Ibu Linda. Banyak tamu undangan yang ingin berfoto bersama Bu Linda, sehingga Kak Adit hanya memberikan buletin KREATif, tanpa menjelaskan apa itu KREATif.
Tidak ingin melewatkan kesempatan, aku dan Kak Adit pun berfoto bersama Ibu Linda. Sayangnya, kami berdua tidak membawa kamera. Sehingga, kami tidak membawa oleh-oleh untuk kami bawa pulang. Terpaksa, kami foto menggunakan kamera teman kami.
Tanpa menyesal, kami pun sadar, bahwa kami punya satu oleh-oleh yang kami bawa pulang, yaitu pengalaman makan siang bersama Ibu Menteri. Khususnya aku, rasanya bahagia sekali hari ini aku mendapatkan kesenangan yang berlipat-lipat. Kemarin, aku diundang oleh Bapak Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono untuk menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional. Hari ini, aku diundang makan siang bersama Ibu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindingan anak. Tak luput dari itu, aku juga senang mendapat teman-teman baru dari Pemimpin Muda Indonesia dan anak Indonesia lainnya. Hari ini adalah pengalaman tak terlupakan untukku.


PELANGI 4 HARI, WARNA-WARNI SELAMANYA
Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang dapat beraksi?
Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang hanya boleh memperoleh pengetahuan tentang kepemimpinan?
Anak dan remaja juga bisa!
Mmmm… butuh bukti?
Tepat pada kegiatan Forum Pemimpin Muda Nasional yang diadakan oleh WVI, lagi-lagi KREATif mengeluarkan jurus andalannya. Eits, jangan salah sangka, bukan jurus kucing garong atau ulat meliuk yang diandalkan, tetapi kemampuan dan pengalamanlah yang diutamakan. Didampingi oleh si vegetarian alias Kak Ayu… Adit, Tari, Val, Nitya dan Nita pun mengisi empat hari ke depan (7-10 Juli 2010) dengan memperkaya wawasan. Sebenarnya acara yang bertempat di Wisma Kinasih, Cibinong ini sudah berlangsung dari tanggal 5. Namun sayang, kita baru bisa mengikuti alur acara dari tanggal 7 dikarenakan ada acara berkaitan creative writing workshop. Jadi begitu tiba di
Pagi tiba. Mentari sudah letih bermain petak umpet. Sementara rembulan yang asam urat lantaran begadang semalaman pun menenangkan dirinya. Nah, di saat inilah, bersama 200-an anak dari seluruh
Pater Agato menjadi saksi kedatangan kita di hari pertama (setiap anak bebas menentukan tempat dari
Tanggal berganti. Kita pun dijadwalkan bertemu dengan berbagai macam pengelola bangsa. Adit mendapat tugas di Kementrian Negara Koordinator Kesejahteraan Rakyat didampingi Kak Ayu, Nita serta Tari berkunjung ke Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan aku sendiri ambil bagian di Kementrian Sosial. Di
Keesokkan harinya (9 Juli 2010) kita pergi Ancol. Di
Hukum alam berlaku. Rotasi waktu selalu berputar dan kini tiba saatnya acara yang dinanti-nanti. Ya, tak salah lagi, apalagi kalau bukan teater anak. Bertempat di Gedung Usmar Ismail dan dibimbing oleh Sutradara Jose Rizal Manua, semua peserta NYLF (National Youth Leader Forum) pun tampil dengan memukau. Mereka mencurahkan isi hati, mengekspresikan kegalauan hati terhadap pemimpin masa kini dan bahkan menggoreskan merah kuning hijaunya
Tak terasa itulah hari terakhir sekaligus puncaknya acara NYLF 2010. Beragam pengalaman unik, mengesankan dan bahkan tak terlupakan terjadi di