Halaman

11 Februari 2012

Mafia Kursi, Mafia Renovasi, Mafia lagi…

Mafia Kursi, Mafia Renovasi, Mafia lagi…

KREATif Magelang – Judha Jiwangga

gambar : internet

Polemik perenovasian ruangan Badan Anggaran DPR menimbulkan banyak pertanyaan disana-sini. Salah satunya adalah mengapa anggaran perenovasian ruang Badan Anggaran DPR bisa mencapai Rp 20,3 miliar untuk ruangan seluas 800 meter persegi sedangkan Mahkamah Agung sanggup merenovasi tiga lantai ruangannya hanya dengan anggaran Rp 10,24 miliar? Sebuah fakta yang kontradiktif dan kontroversial.

Jika dipikirkan dengan logika pasti anggaran renovasi ruangan Badan Anggaran tidak bisa dinalar karena ruangan yang seluas 800 meter persegi menghabiskan biaya Rp 20,3 miliar. MA saja dapat merenovasi tiga lantai ruangannya dengan anggaran separuh dari anggaran Banggar yaitu Rp 10,24 miliar. Dari segi luasnya saja sudah tidak bisa dinalar. Ruangan yang besar saja biayanya lebih sedikit, kok ruangan yang kecil menghabiskan anggaran yang lebih besar.

Pasti muncul pertanyaan kok bisa segitunya? Menurut Surat permintaan dari Banggar DPR yang disampaikan pada Juli dan Agustus 2011, pihak Banggar DPR meminta agar disediakan ruangan yang lebih representatif. Tetapi jika dilihat-lihat sepertinya itu bukan ruangan representatif tetapi lebih mirip ruangan mewah untuk memanjakan para anggota Banggar DPR. Padahal pembangunan itu dananya darimana? Ya, dari uang rakyat. Seperti kata pepatah hemat pangkal kaya itu tidak berlaku bagi perenovasian ruang Banggar DPR ini, lebih tepatnya kalau pepatah itu diganti kaya pangkal hura-hura karena uang rakyat hanya digunakan untuk hura-hura. Duh, DPR!

Anggaran renovasi, mafia renovasi kah?

Jika dilihat dalam proses perenovasian ruangan Banggar ini ada tiga pihak yang terlibat. Pertama, Banggar sebagai pemakai ruangan yang direnovasi. Kedua, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR sebagai pihak yang setuju dengan anggaran perenovasian sebesar Rp 24 miliar. Ketiga, Setjen DPR yang mengajukan usulan dan melaksanakan proyek perenovasian gedung ruangan Banggar DPR. Latar belakangnya adalah ruang Banggar di Gedung Nusantara II ruangannya selalu terlihat redup, ruangannya terlalu penuh untuk menampung tamu yang mencapai 100-150 orang, dan lapisan kedap suara serta sound systemnya tak lagi memadai.

Yang perlu dipertanyakan adalah apakah pihak-pihak yang menyusun anggaran itu perlu anggaran sebesar itu untuk memperbaiki hal-hal yang sekiranya tidak memerlukan anggaran yang berlebihan? Atau mungkin ada sesuatu dibalik penetapan anggaran renovasi sebesar itu? Mungkin maraknya mafia-mafia juga merembeti anggaran renovasi Banggar ini. Uang rakyat sebesar Rp 20,3 miliar ini mungkin sudah disalahgunakan atau bahkan digelapkan untuk menggemukkan dompet para oknum yang terlibat dalam penyusuan anggaran ini.

Ternyata setelah diadakan penelusuran yang dilakukan oleh tim Kompas ada sebuah informasi yang sangat mengagetkan. Konsultan pengawas renovasi Banggar yaitu PT Jagat Rona Semesta mendapat nilai kontrak Rp 234,390 juta. Namun saat didatangi tim Kompas di Kompleks Griya Intan tidak ditemukan perusahaan yang ada di komplek itu. Selain itu penelusuran Kompas tentang harga kursi yang konon katanya harganya Rp 24 juta itu ternyata harga kursi itu paling mahal sekitar Rp 9,1 juta. Mengapa selisihnya bisa sangat jauh? Apakah ada permainan uang dibalik anggaran pembelian kursi itu.

Yang lucunya lagi semua pihak DPR saling lempar tanggungjawab. Padahal kan sudah jelas alur pengajuan sampai proses pengesahan anggaran proyek itu. Apalagi proses itu sudah berlangsung dan jadinya ya ruangan baru Banggar DPR yang sangat mewah. Karena kejanggalan anggaran ini, KPK perlu memeriksa proses penggunaan anggaran renovasi ini apakah sudah digunakan dengan baik atau belum. Atau jangan-jangan uangnya sudah masuk ke kantong para pelaksana proyek renovasi ini termasuk para anggota DPR. Rakyat saja sudah geram dengan jumlah anggaran yang tidak wajar itu maka perlu diadakan penyelidikan dan ketegasan hukum jika benar terbukti adanya permainan korupsi pada proyek renovasi gedung Banggar DPR.

02 Februari 2012

Save Our Papers Bengkulu : Perdana di Bumi Rafflesia

SOP BENGKULU : Perdana di Rafflesia
Adhiah Juliarti Harahap - KREATif Bengkulu

KREATif Bengkulu bekerjasama dengan IKMABIRA+Osis SMAN 6 berfoto bersama dalam SOP Bengkulu di Panti Asuhan Yayasan Swasta Mandiri, Bengkulu pada 30 Jan 12.

***

"Jujur banyak sekali pelajaran yang didapat. Saya jadi lebih dekat dengan teman-teman, padahal sebelumnya tidak terlalu dekat." (Lathifah-relawan)

"Ega senang dan merindukan masa-masa ini. Nggak sia-sia capek dari kemarin-kemarin," (Ega-relawan)

***


Bumi Rafflesia, 30 Januari 2012....

Hari yang bersejarah bagi Bengkulu. Setelah 2 minggu lamanya pengumpulan kertas buku tulis bekas layak pakai beserta pengerjaan teknis pembuatan buku-buku tulis, akhirnya 857 buku telah berhasil dibagikan kepada adik-adik kita yang kurang beruntung. Menurut perhitungan terakhir, buku tersebut kembali mendapatkan tambahan sehingga lebih dari 857 buku tulis yang dibagikan pada hari itu.

857 buku siap dibagikan!


Kertas-kertas yang dirangkai sebanyak 40 lembar per bukunya merupakan hasil karya KREATif Bengkulu bekerja sama dengan IKMABIRA (Ikatan Mahasiswa Bumi Rafflesia)+Osis SMAN 6 Bengkulu.

Berhari-hari teman-teman kita meluangkan waktunya untuk pembuatan buku ini. Kulit buku ini sendiri diambil dari kulit buku bekas yang tidak terpakai. Kulit buku yang jelek lalu diakali dengan disampul agar terlihat bagus dan rapi. Sementara itu, kulit buku lain juga dibuat dengan menggunakan kalender bekas yang tak terpakai.

Hari itu, tim tiga serangkai (KREATif Bengkulu, IKMABIRA & Osis SMAN 6) mulai beraksi, dengan lokasi sasaran Panti Asuhan Yayasan Swasta Mandiri. Keadaan panti ini tidak seperti namanya. Dinding papan dan lantai papan rasanya belum layak untuk menampung sekitar 50 anak. Konon kabarnya panti ini sempat mengalami kebakaran tahun lalu karena hubungan arus pendek listrik.

Sebelumnya, kami berempat, saya (Adhiah), Rangga, Ega, dan Yudhis ke perkampungan nelayan "Berkas" terlebih dahulu untuk membagi-bagikan buku kepada anak-anak. Ada sekitar 300 buku yang kami bawa ke sana. Tapi setibanya disana keadaannya sungguh memprihatinkan. Betapa tidak, baru saja kami menginjakkan kaki kami, tiba-tiba saja bapak-bapak dan ibu-ibu datang berbondong-bondong. Mereka berebut tak sabaran. Begitu bagasi mobil dibuka, mereka mulai berlarian tidak tertib. Sampai-sampai ada seorang bapak yang sedang menjala ikan rela meninggalkan pekerjaannya sesaat hanya demi mendapatkan buku untuk anaknya di rumah. Pembagian buku pun menjadi ricuh sehingga kami tidak sempat mendokumentasikannya.

Oh ya, ada pengalaman unik disana. Tak lama berselang pembagian, seorang ibu turut berterima kasih kepada kami namun secara tak langsung ia menyindir pejabat setempat yang tak pernah memperdulikan mereka. Ini membuat kami merasa prihatin. Dengan mata kepala kami melihat masyarakat yang kehidupannya sungguh memprihatinkan, baik ekonomi maupun sosial. Inikah keadaan Indonesia yang sesungguhnya?

Pemenang lomba mengarang membacakan karyanya


Pembagian buku di kampung nelayan selesai. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Panti Asuhan Swasta Mandiri menyusul teman-teman dan adik-adik yang telah menunggu di sana. Tim OSIS SMAN 6 Bengkulu telah merangkai acara ramah tamah, menyanyi bersama, dan yang lainnya. Ada pembagian snack, perlombaan mengarang, doorprize untuk yang berani tampil dan yang bisa menjawab pertanyaan seputar pengetahuan umum. Kegiatan ini ditutup dengan pembagian buku 1 anak 10 buku yang telah dipak dan saling menyalami satu sama lain, baik itu sesama panitia, adik-adik, dan pengurus panti.

Kegiatan ini menimbulkan kesan tersendiri dan rindu, sebab adik-adik secara langsung menyampaikan kepada panitia untuk sering berkunjung ke panti ini. Panitia sendiri mendapatkan pelajaran berharga dari melihat nasib anak-anak panti yang memprihatinkan, tanpa kasih sayang orang tua kandung, dan keadaan yang amat sederhana.

Save Our Papers Bengkulu diakui oleh tim kerja telah membawa banyak pengalaman dan pelajaran. Lebih mendekatkan dan mengakrabkan teman-teman satu sama lain.* (AJH)

05 Januari 2012

Perkenalkan, Namaku Bakat!

Perkenalkan, Namaku Bakat!

KREATif Bandung – Rahadian Muslim


Untuk Yang Sangat Berbakat

Di tempat

Salam Juara!

Perkenalkan, namaku adalah bakat. Aku dimiliki oleh setiap orang yang dilahirkan ke bumi. Saudaraku banyak sekali, ada yang berprofesi sebagai penyanyi, pembaca berita, penari, pemain alat musik, pelari, bahkan pembuat makanan atau biasa disebut koki. Maksudku mengirim surat ini adalah agar kita bisa berkenalan lebih jauh, karena nampaknya kita berdua sangat renggang, kau jarang sekali memperhatikanku bahkan mengeksplorasi keberadaanku. Sayang sekali, padahal jika kau bisa mengeksplorasiku dengan baik maka kau akan menjadi orang yang sangat berbakat.

Pernahkah kau menonton ajang pencarian bakat di televisi? Atau melihat di sekitarmu banyak sekali orang dengan bakat unik yang mereka miliki. Ya bisa dibilang bakat itu adalah bagian dari ciri atau karakteristik seseorang. Banyak sekali orang di sekelilingmu yang sudah mengenali bakatnya dan mengeksplorasinya lebih jauh, tetapi kau belum. Sangat disayangkan. Padahal jika kau bisa mengenal dan mengeksplorasiku lebih jauh, maka kau akan menemukan bakatmu yang sesungguhnya. Mungkin saja sebenarnya kau memiliki bakat terpendam dalam bidang tarik suara atau melukis, atau membuat puisi misalnya. Bakat bakat itu tidak akan pernah menjadi milikmu jika mengenalnya saja kamu sungkan.

Aku tau kau sering bilang “Ah aku kan tidak berbakat, ah aku kan tidak bisa menyanyi atau yang lainnya” tapi itu salah besar, jangan pernah menghakimi diri sendiri dengan kata TIDAK BISA sebelum kamu mencoba dan sebelum kau mengenalku lebih jauh. Siapa tau sebenarnya aku terpendam di dalam dirimu, maka mulai dari sekarang percaya pada diri kamu sendiri, temukan aku, kenali aku lebih jauh, dan eksplorasilah aku.

Jika kamu bisa memulai sekarang kenapa harus nunggu besok? Gimana kalau besok aku hilang karena bosan kau diamkan. Semakin cepat kau menemukanku maka semakin panjang pula waktu untukmengeksplorasiku. Jangan pernah kau merasa bahwa kamu adalah orang yang paling tidak berbakat sedunia, pencuri pun punya bakat, koruptor pun punya bakat. Tunggu apalagi? Percaya diri, temukan aku, kenali aku, dan pelajari aku lebih jauh. Aku menunggu!*

25 Desember 2011

Selamat Natal & Tahun Baru! :D




Komunitas Remaja Pena Anak Kreatif (KREATif) mengucapkan

SELAMAT NATAL
DAN
TAHUN BARU 2011
Semoga kita semua selalu dalam
lindungan Yang Maha Kuasa

22 Desember 2011

Selamat Hari Ibu!


Bulan Desember adalah bulan yang penuh hari-hari penting. Sebut saja hari HIV/AIDS (1 Des), hari penyandang cacat internasional (3 Des), hari antikorupsi internasional (9 Des) bahkan hari raya natal (25 Des). Ada yang terlupa enggak ya?

Oh iya! Hari ibu!

Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yang diadakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta adalah tonggak dari terbentuknya hari ibu. Kala itu ada 30 organisasi-organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera yang ikut serta. Mereka berkumpul untuk mempersatukan organisasi-organisasi wanita ke dalam satu wadah demi mencapai terwujudnya kesetaraan gender di Indonesia. Lalu melalui serangkaian proses, akhirnya ditetapkanlah hari ibu pada Kongres Wanita Indonesia ke-3 di Bandung pada 22 Desember 1938. Dan kini setiap tanggal 22 Desember tiba kita mengenalnya dengan sebutan hari ibu.

Betapa istimewanya seorang ibu sampai-sampai kita menjadikannya sebagai ‘alarm’ setiap tahunnya. Betapa tidak, ibu adalah orang yang rela mengotori dirinya dengan debu padahal ada berlian, menceburi dirinya pada lubang padahal ada jalan setapak bahkan melumuri dirinya dengan abu padahal ada kolam susu. Ibu adalah pribadi anggun yang amat berjasa dalam hidup kita. Dari rahimnya kita ada dan dari situ pulalah kehidupan tercipta. Aku, kamu, dia, mereka dan bahkan kita ada karena ibu. Mother is not jewels. Because they are more meaningful than the jewels.

Berbicara soal ibu bicara pula soal ungkapan hati. Mustahil rasanya belasan tahun kita hidup tapi tak ada ungkapan hati sama sekali yang ingin kita utarakan. Maka mewakili ungkapan hati teman-teman semua, sobat KREATif nusantara ingin mengutarakan isi hati mereka masing-masing tentang apa makna dari hari ibu dan seberapa berarti sesosok ibu dalam kehidupan kita. Seperti apa sih ungkapan hati mereka? Yuk simak! Akhir kata KREATif ingin mengucapkan selamat hari ibu, ibu!

***



Ketika ditanya ‘kenapa’, aku akan tanya balik ‘kenapa’? Ya, kenapa hari ibu? Kenapa bahkan hari ayah kalah pamor? Aku pribadi punya jawabannya, yakni sesimpel ‘karena ibu segalanya’. Ibu mengandung, ibu melahirkan. Dua proses yang tidak bisa dianggap kecil ketika bicara soal pengorbanan. Satu harapan aku rasa cukup, ‘cintai ibumu dengan caramu bagaimana pun cara ibu mu memperlakukanmu’ –Aditya (KREATif Jakarta)


Hari ibu itu memperingati perjuangan setiap wanita sebagai seorang ibu,
keindahan yang bernyawa yang memberi cinta tulus tanpa pamrih demi kebahagiaan keluarganya. Pesanku semoga di hari ibu ini setiap anak dapat merenungkan segala kasih sayang dari seorang ibu dan belajar berusaha untuk menyenangkan hati ibu sebagai wujud terima kasih atas segala pengabdian mereka. Memaknai hidup secara positif sesuai dengan kaidah-kaidah kasih yang telah diajarkan oleh ibu kita masing-masing –Tatia (KREATif Cirebon)


Makna hari ibu buat saya adalah sebagai momentum dimana kita mengingat kembali jasa-jasa yang telah diberikan seorang ibu. Kita tidak boleh melupakan perjuangan dan pengorbanan seorang ibu yang telah mengandung kita selama 9 bulan dengan susah payah, melahirkannyaa kita ke dunia sampai menaruh nyawa dan merawat kita hingga beranjak dewasa. Ibu, satu hal yang harus kau tahu bahwa senyummu adalah bahagiaku dan tangismu adalah kesedihanku. Aku sayang ibu -Dita (KREATif Jakarta)

Makna hari ibu itu dimana kita seorang anak menghargai dan mengenang betapa penting d
an berharganya seorang ibu. Walaupun kita tidak mungkin dapat membalas jasa-jasanya. Pesan: Engkau memang belum bisa merasa senang dan bangga apabila kami belum berhasil. Tetapu suatu saat kami akan membuktikan bahwa kami akan bisa membuatmu tersenyum –Phasa (KREATif Jakarta)

Saya yakin, ibu adalah wonderwoman yang sesungguhnya. Ia melahirkan, merawat, mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Lalu menjadi pendamping ayah. Serta tak lupa memperhatikan dirinya sendiri dalam mengembangkan diri, karir, pendidikan, pergaulan, dll. Kekuatan seorang ibu adalah karena ia sanggup melakukan semua dengan cinta kasih, bahkan ketika ia memarahi/menasehati anak-anaknya. Terima kasih ibu. Aku sayang ibu -Gayatri (KREATif Mataram)

Menurut saya, hari ibu itu hanya merupakan symbol penghargaan terhadap pengorbanan para ibu. Tapi sebenarnya kalau kita ingin mengucapkan rasa terima kasih, rasa sayang, rasa cinta kita sama ibu, enggak harus pada hari ibu. Setiap saat pun kita harus tetap menunjukkan rasa cinta kita sama ibu. Harapan saya, saya ingin ibu saya bisa diberikan kesabaran dan keikhlasan yang lebih dalam mendidik dan merawat anak-anaknya. -Febi (KREATif Bekasi)


Life without “mother’s day” is no problem. But life without “mother’s love” is nothing. Kehidupan tidak pernah beribu. Tapi dalam ibu selalu ada kehidupan. Selamat hari ibu, ibu! –Noval (KREATif Jakarta)