Halaman

22 Desember 2011

Selamat Hari Ibu!


Bulan Desember adalah bulan yang penuh hari-hari penting. Sebut saja hari HIV/AIDS (1 Des), hari penyandang cacat internasional (3 Des), hari antikorupsi internasional (9 Des) bahkan hari raya natal (25 Des). Ada yang terlupa enggak ya?

Oh iya! Hari ibu!

Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yang diadakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta adalah tonggak dari terbentuknya hari ibu. Kala itu ada 30 organisasi-organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera yang ikut serta. Mereka berkumpul untuk mempersatukan organisasi-organisasi wanita ke dalam satu wadah demi mencapai terwujudnya kesetaraan gender di Indonesia. Lalu melalui serangkaian proses, akhirnya ditetapkanlah hari ibu pada Kongres Wanita Indonesia ke-3 di Bandung pada 22 Desember 1938. Dan kini setiap tanggal 22 Desember tiba kita mengenalnya dengan sebutan hari ibu.

Betapa istimewanya seorang ibu sampai-sampai kita menjadikannya sebagai ‘alarm’ setiap tahunnya. Betapa tidak, ibu adalah orang yang rela mengotori dirinya dengan debu padahal ada berlian, menceburi dirinya pada lubang padahal ada jalan setapak bahkan melumuri dirinya dengan abu padahal ada kolam susu. Ibu adalah pribadi anggun yang amat berjasa dalam hidup kita. Dari rahimnya kita ada dan dari situ pulalah kehidupan tercipta. Aku, kamu, dia, mereka dan bahkan kita ada karena ibu. Mother is not jewels. Because they are more meaningful than the jewels.

Berbicara soal ibu bicara pula soal ungkapan hati. Mustahil rasanya belasan tahun kita hidup tapi tak ada ungkapan hati sama sekali yang ingin kita utarakan. Maka mewakili ungkapan hati teman-teman semua, sobat KREATif nusantara ingin mengutarakan isi hati mereka masing-masing tentang apa makna dari hari ibu dan seberapa berarti sesosok ibu dalam kehidupan kita. Seperti apa sih ungkapan hati mereka? Yuk simak! Akhir kata KREATif ingin mengucapkan selamat hari ibu, ibu!

***



Ketika ditanya ‘kenapa’, aku akan tanya balik ‘kenapa’? Ya, kenapa hari ibu? Kenapa bahkan hari ayah kalah pamor? Aku pribadi punya jawabannya, yakni sesimpel ‘karena ibu segalanya’. Ibu mengandung, ibu melahirkan. Dua proses yang tidak bisa dianggap kecil ketika bicara soal pengorbanan. Satu harapan aku rasa cukup, ‘cintai ibumu dengan caramu bagaimana pun cara ibu mu memperlakukanmu’ –Aditya (KREATif Jakarta)


Hari ibu itu memperingati perjuangan setiap wanita sebagai seorang ibu,
keindahan yang bernyawa yang memberi cinta tulus tanpa pamrih demi kebahagiaan keluarganya. Pesanku semoga di hari ibu ini setiap anak dapat merenungkan segala kasih sayang dari seorang ibu dan belajar berusaha untuk menyenangkan hati ibu sebagai wujud terima kasih atas segala pengabdian mereka. Memaknai hidup secara positif sesuai dengan kaidah-kaidah kasih yang telah diajarkan oleh ibu kita masing-masing –Tatia (KREATif Cirebon)


Makna hari ibu buat saya adalah sebagai momentum dimana kita mengingat kembali jasa-jasa yang telah diberikan seorang ibu. Kita tidak boleh melupakan perjuangan dan pengorbanan seorang ibu yang telah mengandung kita selama 9 bulan dengan susah payah, melahirkannyaa kita ke dunia sampai menaruh nyawa dan merawat kita hingga beranjak dewasa. Ibu, satu hal yang harus kau tahu bahwa senyummu adalah bahagiaku dan tangismu adalah kesedihanku. Aku sayang ibu -Dita (KREATif Jakarta)

Makna hari ibu itu dimana kita seorang anak menghargai dan mengenang betapa penting d
an berharganya seorang ibu. Walaupun kita tidak mungkin dapat membalas jasa-jasanya. Pesan: Engkau memang belum bisa merasa senang dan bangga apabila kami belum berhasil. Tetapu suatu saat kami akan membuktikan bahwa kami akan bisa membuatmu tersenyum –Phasa (KREATif Jakarta)

Saya yakin, ibu adalah wonderwoman yang sesungguhnya. Ia melahirkan, merawat, mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Lalu menjadi pendamping ayah. Serta tak lupa memperhatikan dirinya sendiri dalam mengembangkan diri, karir, pendidikan, pergaulan, dll. Kekuatan seorang ibu adalah karena ia sanggup melakukan semua dengan cinta kasih, bahkan ketika ia memarahi/menasehati anak-anaknya. Terima kasih ibu. Aku sayang ibu -Gayatri (KREATif Mataram)

Menurut saya, hari ibu itu hanya merupakan symbol penghargaan terhadap pengorbanan para ibu. Tapi sebenarnya kalau kita ingin mengucapkan rasa terima kasih, rasa sayang, rasa cinta kita sama ibu, enggak harus pada hari ibu. Setiap saat pun kita harus tetap menunjukkan rasa cinta kita sama ibu. Harapan saya, saya ingin ibu saya bisa diberikan kesabaran dan keikhlasan yang lebih dalam mendidik dan merawat anak-anaknya. -Febi (KREATif Bekasi)


Life without “mother’s day” is no problem. But life without “mother’s love” is nothing. Kehidupan tidak pernah beribu. Tapi dalam ibu selalu ada kehidupan. Selamat hari ibu, ibu! –Noval (KREATif Jakarta)


23 November 2011

Pengumuman Hasil Lomba Menulis Nasional YKAI-KPPPA-UNICEF 2011

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Juri Lomba Menulis Nasional Untuk Remaja 2011 yang berlangsung pada hari Jumat, 11 November 2011 lalu, maka bersama ini diumumkan bahwa Penerima Penghargaan Penulis Muda Indonesia Tahun 2011 ini adalah sebagai berikut :


Penerima Penghargaan Penulis Muda Indonesia 2011 Kategori SMP :

Nama : Citi Rahmati Serfiyani

Judul : ”Pancasila Tak Akan Tegak Tanpa Kejujuran dan Kerja Keras”

Sekolah : SMPN 1 Jember


Penerima Penghargaan Penulis Muda Indonesia 2011 Kategori SMA :

Nama : Johanes Baptis Judha Jiwangga

Judul : ”Filosofi Bambu Dalam Falsafah Jawa”

Sekolah : SMA Seminari Mertoyudan


Finalis Penulis Muda Indonesia 2011 Kategori SMP :

1. Nama : Sabrina alvie Amelia

Judul : Kembalilah Sopan Santun Indonesia!

Sekolah : SMPN 5 Yogyakarta


2. Nama : Ladaina Noura Abdul Aziz

Judul : Behind the Scene

Sekolah : SMP Sekolah Indonesia Mekkah


3. Nama : Radyani Prasasya

Judul : Mau Kemana Negeriku dibawa?

Sekolah : SMPN 6 Surabaya


4. Nama : Ridhoalfattah A.R

Judul : Ketika Sang “Pendikar” Beraksi Di Sekolahku

Sekolah : SMPN 2 Bengkulu Selatan


5. Nama : Viori Dhea Vanessa

Judul : Anak jalanan itu juga Anak Indonesia

Sekolah : SMPN 13 Pekanbaru


6. Nama : Justinus Avi Yudistira

Judul : Sifat Gotong Royong Yang Semakin Menurun

Sekolah : SMP Santa Ursula


7. Nama : Attari Rahmi

Judul : Kepedulian Membawa Keajaiban

Sekolah : SMP Salman Al Farisi Bandung


8. Nama : Dienda Sarteka

Judul : Nilai Luhur Anak, Urusan Siapa?

Sekolah : SMPN 51 Pondok Bambu, Jakarta Timur


9. Nama : Afiat Nur Siwi

Judul : Not Flying Without wings

Sekolah : SMP I Sanden


Finalis Penulis Muda Indonesia 2011 Kategori SMA :

1. Nama : Priska Pavita Astasari

Judul : Kutu Di Balik Perisai Kostum Barongsai

Sekolah : SMA Global Jaya International


2. Nama : Feliciana Lentini

Judul : Nilai Yang Sejati

Sekolah : SMAN 3 Jakarta


3. Nama : Fauzia Firdanisa

Judul : Karena Pancasila Bukan Jargon Semata

Sekolah : SMAN 9 Yogyakarta


4. Nama : I Komang Mahendra Putra

Judul : Mos Terlaksana Aku Berbudi Luhur Bangsa

Sekolah : SMAN 2 Amlapura


5. Nama : I Gusti Ayu Sri Gayatri

Judul : Pulang

Sekolah : SMA Negeri 1 Mataram


6. Nama : Arwin Anindyka

Judul : Sasak Laeg VS Sasak Modern: Sama yang Berbeda

Sekolah : SMAN 1 Selong


7. Nama : Ruth Angela Christie Kirana

Judul : “Elo-Gue-End” versus “Mengampuni, Memaafkan” (Perdamaian di mulai

dari “Maaf”)

Sekolah : SMK Negeri 12 Jakarta


8. Nama : Festia Gaby Disa Putri

Judul : Memudarnya Nilai Tata Krama Dalam Masyarakat Jawa

Sekolah : SMAN 1 Sewon Bantul


9. Nama : Dionisius Lintang Umboro

Judul : Cura Personalis yang Memanusiakan Manusia

Sekolah : SMA Seminari Mertoyudan


Selamat!!! :D