Halaman

11 Juli 2009

Bunuh Diri di Kalangan Remaja... Pengaruh Depresi atau Sekedar Trend?

Belakangan, kasus bunuh diri di kalangan remaja belakangan mulai meningkat. Data resmi di Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan, selama 2003 tercatat 62 kasus bunuh diri. Jumlah ini merupakan kelipatan tiga kali lebih banyak daripada angka tahun 2002. Usia pelaku bunuh diri, tidak main-main, ada yang masih belasan tahun.

Apa sesungguhnya pemicu keinginan mengakhiri hidup sendiri itu? Ternyata semua kasus ”horor” tersebut dilandasi pada mood atau suasana hati seseorang. Dr. Ghanshyam Pandey beserta timnya dari University of Illinois, Chicago, menemukan bahwa aktivitas enzim di dalam pikiran manusia bisa mempengaruhi mood yang memicu keinginan mengakhiri nyawa sendiri. Pandey mengetahui fakta tersebut setelah melakukan eksperimen terhadap otak 34 remaja yang 17 di antaranya meninggal akibat bunuh diri. Ditemukan bahwa tingkat aktivitas protein kinase C (PKC) pada otak pelaku bunuh diri lebih rendah dibanding mereka yang meninggal bukan karena bunuh diri. Temuan yang dipublikasikan di jurnal Archives of General Psychiatry menyatakan bahwa PKC merupakan komponen yang berperan dalam komunikasi sel, terhubung erat dengan gangguan mood seperti depresi di masa lalu.

Pandey dan timnya sangat tertarik untuk mengatahui kaitan lain antara PKC dengan kasus bunuh diri di kalangan remaja belasan tahun. Dari 17 remaja yang meninggal akibat bunuh diri, sembilan di antaranya memiliki sejarah gangguan mental. Delapan yang lain tidak mempunyai riwayat gangguan psikis namun dua di antaranya mempunyai sejarah kecanduan alkohol dan obat terlarang. Aktivitas PKC pada otak para remaja tersebut jumlahnya sangat kecil dibanding dengan remaja yang meninggal bukan karena bunuh diri. Dari sini disimpulkan bahwa kondisi abnormal PKC bisa menjelaskan mengapa sebagian remaja memiliki keinginan bunuh diri.

(http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1644082-suasana-hati-pengaruhi-keinginan-bunuh)

Mengapa Bunuh Diri

Beberapa study telah menunjukan bahwa bunuh diri merupakan gejala yang timbul akibat gejolak sosial masyarakat. Diantaranya seorang Sosiolog ternama, Emile Durkheim (1858-1917) dalam bukunya yang berjudul Suicide menjelaskan tentang empat tipe bunuh diri. Semua tipe itu berkaitan erat dengan gejala sosial masyarakat.

Pertama adalah tipe bunuh diri dikarenakan ikatan kuat dalam sebuah kelompok masyarakat. Kasus bunuh diri ini bisa dijumpai pada peristiwa bunuh diri massal sebuah aliran kepercayaan misalnya di Guyana dan pada tahun 1990-an.

Kedua, yang biasa terjadi di kalangan masyarakat modern. Di dalam tipe ini Durkheim mengambil contoh kasus bunuh diri di kalangan Protestan di negeri Barat yang lebih besar dibandingkan dengan kalangan Katholik dan Yahudi. Itu terjadi, menurut Durkheim, semata-mata karena sifat hidup individual kalangan Protestan lebih tinggi daripada kalangan Katholik.

Ketiga adalah fatailstic suicide, Durkheim memberi contoh pada kasus bunuh diri para budak.

Keempat adalah anomic suicide, bunuh diri tipe ini terjadi ketika keadaan sosial berubah drastis. Sebagai contoh adalah ketika keadaan ekonomi di masyarakat kacau- balau, keamanan tidak terjamin. Artinya, orang ingin melepaskan diri dari penderitaan hidup, kesulitan ekonomi dan kekacauan itu dengan cara bunuh diri.

(http://www.lkts.org/pelita-online/index.php?option=com_content&view=article&id=91:ketika-hidup-bukan-lagi-menjadi-pilihan-&catid=59:maret-2008&Itemid=27)


Kasus Aneh Trend Bunuh Diri Di Inggris

Di suatu kota di welsh town, wales, terjadi Fenomena yang membingungkan aparat kepolisian, yaitu adanya serangkaian kasus bunuh diri oleh 6 remaja. Polisi menduga ini ada kaitan dengan kebiasaan sang korban bunuh diri dengan sebuah online social networking Beebo.

Bridgend MP Madeleine Moon mengatakan bahwa bunuh diri diduga oleh motivasi remaja tersebut dalam mendapatkan perhatian besar di kalangan teman-teman sebayanya agar namanya masuk dalam halaman memorial pages. Halaman online memorial pages diakses oleh jutaan remaja diseluruh dunia.

Kasus terakhir adalah meninggalnya Natasha Randall 17 tahun. Dia diketemukan tewas gantung diri dikamarnya minggu lalu. Dalam kurun waktu 24 jam, 2 teman dekatnya diketahui juga berusaha bunuh diri, akan tetapi berhasil diselamatkan oleh keluarganya. Kepolisian wales mengadakan penyelidikan pada komputer Natasha, dan diketahui bahwa natasha pernah mengirimkan pesan ke Liam Clark 20 tahun (Liam Clark adalah orang kelima di welsh town yang melakukan bunuh diri).

Polisi Wales mengkhawatirkan adanya kehadiran halaman memorial sites di Beebo merupakan alasan bagi remaja-remaja tersebut untuk bunuh diri. Mungkin bagi mereka, halaman memorial tersebut adalah cool, dikunjungi oleh jutaan orang, tindakan bunuh diri dianggap tindakan cool, heroik dan mengesankan.

Bila di Indonesia, pelaku bunuh diri banyak dikarenakan oleh himpitan ekonomi, di wales sana, Remaja bunuh diri karena alasan ingin dikenang di halaman website suatu jaring sosial, apakah masuk akal?

(http://www.disitu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2161)



08 Juli 2009

1, 2, 3 Mau Pilih Siapa?

KREATif_Jakarta: Alfinda Agyputri

Satu, satu

Megawati-Prabowo

Dua, dua

SBY-Boediono

Tiga, tiga

Jusuf Kalla-Wiranto

Satu, dua, tiga

Mau pilih siapa?


Pilpres 2009 tinggal dalam hitungan hari, sudahkah kamu menentukan siapa yang akan kamu contreng nanti? Jika sudah, bagus sekali. Jika belum, sebaiknya kamu berpikir keras hari ini. Saya mengerti, bagi anak seusia kita, memilih makanan di restoran saja sulit, apalagi memilih pemimpin. Tetapi lebih baik sulit tapi bisa daripada bisa tapi sulit, iya kan? (silakan tafsirkan sendiri maknanya). Karena saya mengerti betapa sulitnya memilih, maka saya rasa tidak ada salahnya jika kita bertukar pikiran tentang ketiga pasangan capres-cawapres yang ada. Mudah-mudahan pertukaran pikiran ini dapat membantu dalam mempertimbangkan pemimpin yang akan kita pilih tanggal 8 Juli nanti.


Nomor urut 1:

Megawati-Prabowo

Positif:
• Prabowo memiliki pemikiran dan ide yang cukup baik untuk menyelesaikan berbagai masalah yang sedang dihadapi oleh negara kita.
• Latar belakang militer Prabowo membuatnya bersikap tegas dan cekatan dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Perlu diperhatikan:

• Megawati tidak memberikan teladan yang baik sebagai seorang pemimpin dan politisi. Sebagai seorang pemimpin, beliau tidak cukup lapang dada untuk menerima kekalahannya dari SBY pada Pilpres 2004. Sebagai seorang politisi, beliau membiarkan “dendam pribadi” terhadap SBY mempengaruhi sikapnya dalam berpolitik. Selama menjadi oposisi, sikapnya terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan SBY tidak objektif. Hampir semua kebijakan yang dikeluarkan SBY, baik ataupun buruk, ditanggapinya dengan tentangan dan ejekan. Pada saat kampanye Pilpres 2009 pun beliau sering melancarkan “serangan” untuk menjatuhkan rival politiknya tersebut. Dalam berbagai pertemuan, misalnya debat capres dan wawancara capres, beliau bahkan enggan berjabat tangan dengan SBY. Hal ini membuat rakyat bertanya, apakah beliau maju di Pilpres 2009 sungguh-sungguh karena ingin membangun bangsa atau hanya untuk “membalas” kekalahannya dari SBY pada Pilpres 2004?

• “Kebersihan” Prabowo masih diragukan. Perlu diingat bahwa Prabowo masih merupakan “sisa-sisa” pemerintahan Orde Baru yang penuh dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Fakta bahwa beliau pernah menjadi anggota Keluarga Cendana dan catatan kekayaan pribadinya yang luar biasa “wah” perlu mendapat perhatian.


Nomor urut 2:

SBY-Boediono

Positif:
• SBY sudah menunjukkan pemerintahan yang cukup bersih serta sikap yang tegas terhadap praktik KKN. Boediono terkenal sebagai “pejabat yang paling tidak bisa disuap”. Catatan kekayaan pribadi keduanya pun cukup menjadi bukti “kebersihan” mereka.

• SBY menunjukkan sikap seorang pemimpin yang tidak haus kekuasaan. Hal ini terlihat pada saat pemilihan cawapres. Di saat capres-capres yang lain sibuk memilih cawapres berdasarkan pertimbangan koalisi partai, SBY justru memilih cawapres berdasarkan pertimbangan kompetensi. Nama-nama yang sempat ada dalam daftar bakal calon wapres SBY sebagian besar merupakan para profesional di bidang masing-masing, bukan para pembesar partai.

• Boediono rela meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia, yang notabene adalah jabatan paling tinggi dan bergengsi di dunia profesional ekonomi, untuk menjadi wapres. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk sungguh-sungguh membangun bangsa. (catatan: penghasilan dan wewenang Gubernur BI lebih besar daripada wapres)


Perlu diperhatikan:

• SBY cenderung terlalu berhati-hati dalam bertindak sehingga terkesan lamban, plin-plan, dan tidak tegas.

• Boediono juga tidak termasuk dalam “daftar pemimpin tegas”.


Nomor urut 3:

Jusuf Kalla-Wiranto

Positif:
• Jusuf Kalla dan Wiranto memiliki pemikiran yang cukup baik untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi negara kita.

• Jusuf Kalla adalah orang yang sangat cekatan dalam bertindak dan mengambil keputusan.


Perlu diperhatikan:

• Jusuf Kalla tidak memberi teladan seorang pemimpin yang baik. Selama menjadi wapres pada pemerintahan SBY, beliau mendukung kebijakan-kebijakan SBY. Namun, begitu maju sebagai capres pada Pilpres 2009, beliau justru menyerang balik dan hendak menjatuhkan SBY. Dalam kampanye, beliau menunjukkan hal-hal apa saja yang sudah beliau kerjakan selama menjadi wapres dan seolah-oleh berusaha mengatakan bahwa beliaulah yang lebih banyak bekerja daripada SBY. Pertanyaannya, apakah kita membutuhkan pemimpin yang bermuka dua?

• Wiranto masih termasuk “sisa-sisa” pemerintahan Orde Baru yang penuh KKN.


Demikianlah penilaian saya terhadap ketiga pasangan capres-cawapres yang ada. Perlu diingat, penilaian di atas hanya penilaian saya semata. Dan siapakah saya? Saya bukan politisi, bukan juga pengamat politik, apalagi ahli ilmu politik. Saya hanya anak Indonesia berusia 17 tahun yang sangat ingin menggunakan hak pilih saya dan suka sekali menonton debat capres-cawapres. Jadi, kamu perlu berpikir berkali-kali sebelum menjadikan penilaian saya pertimbangan dalam menentukan pilihanmu. Ingat, kita hanya bertukar pikiran, jangan sampai pikiran kita benar-benar tertukar. Selamat menimbang-nimbang, selamat memilih!


P.S. Siapa tahu kutipan ini dapat membantu:

“When you hire people, you look for 3 qualities: integrity, intelligence, and energy. If they don’t have the first, the other two will kill you.”


Berikut beberapa opini dan komentar teman-teman mengenai 3 pasangan Capres-Cawapres kita (dihimpun oleh Rara, KREATif Jkt):


Ayu DRS, KREATif Jakarta :

Pilih capres & cawapres ramah anak tentunya!


Brisbania Ayu, KREATif Jakarta :

Pasangan no.1

Repotnya krn Prabowo dulu diduga terlibat kasus pelanggaran HAM dan penculikan aktivis saat era Orde Baru

Pasangan no. 2

Kurang kompak karena mereka pada dasarnya orang yang introvert, kurang bisa bekerja sama.

Pasangan no.3

Lumayan kompak, karena mereka orang yang suka terjun langsung ke lapangan. Jadi lebih sigap dan lebih realistis


Gayatri, KREATif NTB :

Kalau menurut aku dari apa yang sering lihat di media, program-program para capres sudah cukup baik. Bahkan pada beberapa kesempatan, ada yang mengemukakan perhatiannya kepada pendidikan dan kesejahteraan anak-anak dan keluarga.

Meskipun sekali tidak memilih, namun sekali juga mengharapkan perubahan bagi bangsa ini.


Elisa, Parlemen Remaja 2008 :

Wah kalau melihat capres-cawapres kita, sekarang makin panas aja. Mulai dari iklan-iklan tv, poster, pokoknya segala upaya dilakukan demi kesuksesan jagoannya. Tapi oke lah, semoga pemilu LANCAR!



LOMBA MENULIS ESAI REMAJA 2009

Pemilihan anggota legislatif sebagai bagian dari pemimpin bangsa, baru saja usai. Pada tanggal 8 Juli 2009, seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih, akan kembali menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin bangsa. Bagaimana dengan hak anak? Pernahkah kita mendengar suara hati anak-anak tentang pemimpin bangsa? Adakah harapan yang diinginkannya terhadap pemegang amanat rakyat ini?


Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) bekerjasama dengan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia (KNPPRI) dan UNICEF (Lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa yang khusus menangani masalah anak-anak) menyikapi hak anak di atas dengan menyelenggarakan Lomba Menulis Nasional untuk Remaja 2009 dengan tema “Anak dan Pemimpin Bangsa”. Lomba ini akan memperebutkan Penghargaan KNPPRI, UNICEF dan YKAI untuk Penulis Muda Indonesia.


Lomba menulis ini menjadi media bagi partisipasi anak dan mendorong semangat mereka untuk mengeluarkan pendapatnya secara aktif melalui karya tulis. Lomba ini terbuka untuk anak usia remaja di seluruh Indonesia.


Dua penulis terbaik (1 kategori SMP dan 1 kategori SMA) akan menerima “Penghargaan KNPPRI, UNICEF dan YKAI untuk Penulis Muda Indonesia 2009” di Jakarta, serta dua puluh karya terbaik akan dibukukan.

Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal
1 Mei s/d 30 September 2009.

Tulisan berbentuk artikel dan harus asli. Isi sesuai dengan tema “Anak dan Pemimpin Bangsa.” Tulisan bisa menyoroti situasi anak di Indonesia, pemenuhan hak-hak anak oleh pemerintah, pelanggaran hak-hak anak, harapan terhadap pemimpin-pemimpin bangsa yang baru/akan terpilih di tingkat MPR/DPR/DPRD/Presiden, dan hal lainnya yang berkaitan dengan peran pemerintah terhadap pemenuhan hak-hak anak.


Panjang tulisan 4 – 7 halaman, kertas A4, huruf Arial 12 pt, dan spasi 1,5.

Peserta berusia 12 – 18 tahun atau masih sekolah (SMP/SMA/sederajat), menyertakan data diri : nama, keterangan sekolah/kelas dan usia (disertai fotocopi bukti diri : KTP/Kartu Pelajar) serta tuliskan alamat jelas dan nomor telepon yang dapat dihubungi.


Tulisan dikirim ke :

Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI)

Jalan Tebet Barat Dalam V/26

Jakarta Selatan – 12810.


Tulisan (artikel) harus sudah diterima panitia paling lambat tanggal 30 September 2009 (stempel pos).


Hasil lomba akan diumumkan tanggal 14 November 2009 melalui www.ykai.net. Keputusan dewan juri bersifat final dan mengikat (tidak dapat diganggu gugat).

Penyerahan penghargaan dan hadiah menarik lainnya kepada dua penulis terbaik direncanakan pada tanggal 20 November 2009.


Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi nomor telepon:

YKAI : 021-98292335; 021-98282905;

Aya : 021-93810517, 0878-77379859;

Yuyun : 0812-9464364;

Susan : 0818-660654, 021-99832967.

Fax : 021-8312694

Email : lombamenulis_ykai@yahoo.com dan menulisnasional_ykai@yahoo.co.id

Website : http://www.ykai.net

23 Juni 2009

Yang Terlupakan dalam Hari Peringatan

Di bulan Juni ini, kita banyak memperingati hari-hari penting dalam sejarah, seperti hari kelahiran Pancasila 1 Juni, hari Lingkungan Hidup 5 Juni, dan hari ulang tahun ibukota Jakarta 22 Juni. Masing-masing diperingati dalam kemeriahan, apalagi HUT Jakarta yang biasanya diwarnai Festival Pekan Raya Jakarta.

Ada juga lho hari penting yang wajib diketahui terutama bagi anak-anak Indonesia, yaitu Hari Dunia Menentang Pekerja Anak yang diperingati setiap 12 Juni. Pada tanggal 21 Juni 2009 lalu di Plasa Selatan, Gelora Bung Karno, sejumlah LSM dan kelompok anak menggelar “Aksi Menentang Pekerja Anak” dengan jalan damai dari Depdiknas – Senayan sambil membawa spanduk-spanduk yang menyatakan protes menentang pekerja anak. Semua orang dibagikan Kincir Angin 5 warna yang digunakan oleh ILO sebagai lambang dari kampanye global menghapus pekerja anak. Kincir Angin ini mewakili bentuk kebebasan, karena fenomena pekerja anak telah merampas jutaan hak anak-anak untuk tumbuh berkembang dengan bahagia. Lima warna kincir angin yaitu hijau, merah, biru, coklat, biru dan kuning mewakili perbedaan ras dan budaya di dunia.

Acara dilanjutkan dengan pembagian kelompok permainan untuk anak-anak. Inti permainan di setiap kelompok adalah berusaha menyusun huruf-huruf yang nantinya membentuk kalimat protes atau himbauan untuk menentang pekerja anak. KREATif turut serta dalam kelompok ‘kuning’ yang membuat kalimat “Aksi Kaum Muda Menentang Pekerja Anak”. Memasuki acara inti, semua partisipan duduk di tempat yang disediakan di bawah naungan tenda. Kemudian acara diikuti beberapa sambutan dari Perwakilan ILO, Perwakilan Anak dan suguhan lagu dari Nugie. Sayangnya, sejumlah undangan seperti Menteri Sosial, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan tidak hadir dalam acara ini dan hanya diwakilkan oleh dirjen. Mengapa Menteri-Menteri terkait kurang menunjukkan perhatian mereka terhadap penghapusan pekerja anak? Tidakkah ini menimbulkan kesan bahwa pesan untuk menyejahterakan kehidupan anak dan bangsa hanya di bibir mereka saja.

Kenyataan miris lainnya juga terlihat setelah acara selesai. Meski acara tersebut mengangkat isu pekerja anak, masih banyak pemulung anak-anak yang memunguti sampah makanan kardus yang ditinggalkan peserta acara. Anak-anak pemulung itu dengan langkah cepat menyelip di antara partisipan acara mencari-cari sisa makanan kardus yang ditinggalkan. Mereka yang menjadi tema utama dalam acara tersebut justru ternafikan dari perhatian. Tidak ada satupun orang yang peduli melihat hal ini. Akhirnya salah satu anggota KREATif bernama Cory yang gemas melihat anak-anak pemulung tersebut, memberikan topi miliknya bertuliskan STOP PEKERJA ANAK yang dibagikan secara gratis dalam acara. KREATif sangat sedih melihat betapa pesan untuk menghentikan pekerja anak belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat bahkan sebagian besar peserta acaranya sendiri. Seharusnya dalam acara yang mengangkat isu pekerja anak seperti ini, tidak hanya menyuguhkan hiburan dan himbauan. Namun juga pembuktian dengan memberikan makanan gratis atau menyumbang buku-buku terhadap anak-anak pekerja seperti pemulung yang kebetulan berada di sekitar daerah itu.
KREATif berharap dalam acara-acara selanjutnya yang mengangkat isu-isu sosial, tidak sekadar memberikan himbauan namun juga aksi nyata terhadap sekelilingnya.

20 Juni 2009

Liputan Spendoe Show Week 2009


Acara ulang tahun SMPN 2 Mataram-NTB (Spendoe) tahun ini dirayakan dengan diadakannya “Spendoe Show Week 2009” yang berlangsung dari tanggal 13-20 Juni 2009. Acara ini diadakan setelah ulangan umum semester genap selesai dilaksanakan. Dalam acara ini, diadakan lomba-lomba antar kelas dimana semua kelas diwajibkan mengirimkan “atlet” nya. Apa saja lombanya? Ada lomba futsal putra, futsal putri, dan 3on3 putra di bidang olahraga. Serta lomba mading dan baca puisi di bidang seni. Ada pula lomba-lomba lain yang tidak wajib diikuti setiap kelas antara lain festival band dan loma voli untuk putra dan putri yang dilaksanakan antar SD se Kota Mataram.

Dari sekian banyak lomba dalam acara yang dipanitiai OSIS SMPN 2 Mataram ini, yang paling unik adalah Lomba Mading. Mengapa? Lomba Mading yang mengambil tema “Green School” ini meminta peserta untuk membahas mengenai sekolah yang ramah lingkungan serta mewajibkan penggunaan barang-barang bekas sebagai media penulisan. Wow! Persyaratan ini dinilai sebagian peserta cukup menantang sekaligus menguntungkan. Karena mereka tak perlu mengeluarkan biaya banyak, dan satu lagi, ramah lingkungan.

Tim juri yang terdiri atas Ibu Dra. Ni Made Kembar dan Ibu Zohriah, S.Pd akhirnya menetapkan pemenangnya yang diumumkan pada tanggal 20 juni, pada hari penutupan.

“Sulit sekali menentukan siapa juaranya. Semuanya baik, unik dan menarik”, komentar Ibu Kembar, salah satu juri.

Namun, dalam setiap kompetisi, selalu ada yang kalah dan menang. Dan kali ini pemenangnya adalah dari kelas 8 A-RSBI dengan mading yang berjudul “Selembar Wajah Bumi”. Tim madding 8 A terdiri atas 7 orang yang semuanya perempuan. Mereka adalah, Novi, Bella, Atik, Meining, Nella, Azka dan saya sendiri, Gayatri.

“Kita benar-benar nggak keluar uang untuk bahan. Hanya sedikit kertas warna dan lem”, kata Novi.
“Kardus ini kita minta dari Toko kebutuhan pokok milik teman. Tidak menyangka hasilnya jadi bagus”, kata Meining
“Tutup-tutup botol ini juga kami kumpulkan dari stan minuman OSIS”,kata Atik
“Ya, ini hasil kerja rodi kita semalaman”, kata Bella
“Akhirnya kelas kita bias mendapat juara dalam SSW tahun ini setelah kalah di bidang olahraga”, kata Nella

Mereka mendapat hadiah berupa piagam dari sekolah dan buku “The Hot Chicken Soup for Global Warming” dari KREATif. Buku ini membahas tentang anak dan lingkungan hidup karya penulis-penulis Indonesia terbaik 2008 yang memperoleh penghargaan dari UNICEF.

“Buku yang menarik untuk dibaca.”, begitulah komentar dari Bapak Subur, Pembina OSIS SMPN 2 Mataram.

Pada penutupan tanggal 20 juni yang sekaligus penerimaan rapot, dibagikan juga bulletin KREATif yang membahas tentang lingkungan hidup. Buletin ini membuat para orang tua murid tertarik untuk membaca, Karena isinya yang ringan namun berbobot.

Terimakasih untuk semua sponsor termasuk KREATif sehingga acara ini dapat berjalan dengan meriah!

KREATif NTB, Gayatri

17 Juni 2009

Youth Forum 2009

IFCW WorldForum 2009 will hear from the children and young people of the world. A total of sixty young adults have been invited to participate in the forum. They will take part in the seminars, debate during break-out sessions, participate in roleplaying sessions and showcase their creative presentations. At the end of the forum, the youth are expected to make a petition which will be declared to the world. The participation of the youth is hoped to provide this forum with the important perspective of the Child. The petition will be presented to the WorldForum 2009 participants and an invited audience on the Saturday morning session, 24 October 2009, in commemorating United Nations Day.
General Information

Date : October 21 - 24, 2009

Venue : Millennium Hotel Jakarta - Indonesia

Theme : My World, My Dream...


Topics :
Five primary sub-topics will be discussed by the youth in this forum:
Effective Future Community Leadership in developing a Safer and Better World
Child’s Rights and MDGs (7 & 8)
Changing Environmental Threats into Opportunities for a Better World
Strengthening Family and Community Empowerment
Media as a Partner in Promoting and Protecting Child Rights


How Can I Help This Noble Cause?

The IFCW opens its doors to young bright minds that have the smarts and the heart to change the present and make a better and brighter future. By participating in this event, we hope to enhance your dreams and capabilities for a brighter future. Participants will be able to enjoy talks from highly established speakers as well as the company and minds of their fellow participants. We hope that with this, participants will be motivated to act as agents of change within their home communities.

There will be a total of 60 seats available for the youth aged 15 – 18 years old.

How Can I Apply?

The applicant will need to fill out the registration form and meet the following requirements:

Selection Process for IFCW Participants
1. Essay
Submit a short essay on one of the five topics given. In the essay, the topic must be correlated to the overall theme of “my world, my dream”. It should explain, for example, reality of leadership in your environment (which is your ‘world’), as well as what you think leadership ought to be like, and why (i.e. your ‘dream’). It is highly recommended that participants use both illustration, facts as well as arguments to substantiate their essay. Essays must be no less than 700 words but no longer than 1500 words, font Times New Roman size 12, 1.5 spacing, on an A4 format. With 1.25 inches for left and bottom margins, and a 1 inch margin for top and right.

2. Creative presentation
This second article is meant to allow you to be as creative and experimental as you want. You will be allowed to use whatever means possible to present your illustration of “my world, my dream”, based on one of the five given topics, given that it is not the same as the topic for the essay. (For example, you can present by making posters, doing a short play, singing your own composed song, making a video, and so on.) A soft copy of that media (picture, video, slides, etc) must be submitted to the committee, as well as a video/audio record of the presentation. Pictures must be in the form of JPEG/GIF files, while videos zipped and in MP4 or WMV format. The overall presentation should take between 5 and 7 minutes.


Email your submission including all relevant documents and participant’s biodata to youthforum.ifcw2009@gmail.com BEFORE July 20th 2009.

Applicants that pass the selection process will be announced through www.worldforum-2009.org on
August 1st 2009.

Do I Have to Pay?

The registration fee for The International Forum for Child Welfare is US$ 300.00, to be paid when the applicant’s participation in IFCW has been confirmed.

Facilities

The registration fee is required to provide participants with the following facilities:

Participants will stay in the 4-star Millennium Hotel Jakarta in a twin sharing room for the length of the World Forum from October 21st – 24th 2009. Breakfast, lunch, and dinner is included in the registration fee and will be provided. Additional expenses such as phone calls, internet usage, mini bar, laundry, etc. will be billed to your personal account.

Notes:

Youth forum activities are limited to only participants. Parents may accompany the youth to the program at their own expense (transportation, accommodation, meals, etc will not be provided by the committee).

Mencintai Bumi lewat film HOME

Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009, Film Home untuk pertama kalinya diluncurkan di Indonesia. Film dokumenter karya Yann Arthus-Bertrand ini bukan sekedar film dokumenter biasa yang sarat akan pesan, tapi juga menyuguhkan visual yang kuat. HOME berhasil memotret bagian bumi yang telah dirusak oleh manusia serta keajaiban lainnya yang masih bisa kita lestarikan.

Di Indonesia HOME akan diputar pada 5 Juni 2009 di Djakarta Theatre yang akan dihadiri oleh Dubes Perancis, AFD, Cinema 21, Cinema XXI, dan WWF-Indonesia.
Secara eksklusif, HOME akan diputar di Cinema XXI Djakarta Theatre pada pukul 13.00, 15.00, 17.00.
Sementara pada 6 Juni 2009, publik dapat menyaksikan HOME di Cinema XXI Plaza Senayan.

Untuk pemutaran di Djakarta Theatre pada 5 Juni, dan Cinema XXI Plaza Senayan pada 6 Juni, Rp 2,000 dari setiap tiket terjual akan disumbangkan kepada WWF-Indonesia.

http://www.wwf.or.id/en/index.cfm?7380/67/Peringati-Hari-Lingkungan-Hidup-Sedunia-WWF-Luncurkan-Film-HOME