Halaman

28 November 2008

puisi ini dibacakan didepan yusuf kalla dan para guru lainnya, saat peringatan HUT PGRI

"KAPAN SEKOLAH KAMI LEBIH BAIK DARI KANDANG AYAM"

oleh Prof. Winarno Surahman


"Tanpa sebuah kepalsuan,
guru artinya ibadah.
Tanpa sebuah kemunafikan,
Semua guru berikrar mengabdi kemanusiaan.
Tetapi dunianya ternyata tuli. Setuli batu.
Tidak berhati.

Otonominya, kompetensinya, profesinya
hanya sepuhan pembungkus rasa getir,"

"Bolehkan kami bertanya,
apakah artinya bertugas mulia
ketika kami hanya terpinggirkan
tanpa ditanya, tanpa disapa?
Kapan sekolah kami lebih baik dari kandang ayam?
Kapan pengetahuan kami bukan ilmu kadaluarsa?
Mungkinkah berharap yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?"

"Ketika semua orang menangis,
kenapa kami harus tetap tertawa?
Kenapa ketika orang kekenyangan,
kami harus tetap kelaparan?
Bolehkah kami bermimpi di dengar
ketika berbicara?
Dihargai layaknya manusia?
Tidak dihalau ketika bertanya?
Tidak mungkin berharap
dalam kondisi terburuk,"

"Sejuta batu nisan guru tua yang terlupakan oleh sejarah.
Terbaca torehan darah kering:Di sini berbaring seorang guru
semampu membaca buku usang sambil belajar menahan lapar.
Hidup sebulan dengan gaji sehari.
Itulah nisan tua sejuta guru tua yang terlupakan oleh sejarah,"

27 November 2008: 1 tahun KREATif Indonesia


Adhiah Juliarti Harahap_KREATif Bengkulu

Selamat ulang tahun yang ke-1 untuk KREATif ! ! !

Tetep produktif menulis, berjaya, terus berkarya & semakin KREATIF..

Tetep semangat!

KREATif, maju terus pantang mundur ! ! !


Rilnia Metha Sofia_KREATif Mataram (NTB)

Met Ultah KREATif...

Be creatif always yeahh..!!

Yudistira Riyadi Timothius_KREATif Jogjakarta-Jateng

Dear KREATif,,

Happy bday..happy spesial day..

semoga dengan umur 1tahun ini KREATif semakin maju & semakin bisa menggemakan suara anak-anak Indonesia..

Sukses ya ! !

27 November 2008

Suhaili_KREATif Bandung: happy anniversary buat KREATif



Horeee.....KREATif......udah gede....

udah berumur 1 tahunnn....lho
kita buktikan bahwa melalui kreatif ini anak-anak di Indonesia mempunyai kebebasan berbicara tentang hak-hak kaumnya tentunya...
selain itu juga ini bukti bahwa walaupun masih anak-anak, kita bisa merubah dunia melalui tulisan ini.
selain itu juga kita mampu menyatakan sikap kita tentang suatu hal...
anak-anak bukan lagi kaum yang terjajahkan

sudah 1 tahun kreatif ini kita bangun...
sama-sama kita saling membangun dan memperjuangkan hak anak-anak Indonesia......
Karena kalau tidak kita, lalu siapa lagi yang selain meneruskan nasib negeri ini sekaligus meluruskan nasib negeri ini yang telah rusak oleh generasinya.....
terakhir.....saya ucapkan
HIDUP ANAK-ANAK INDONESIA!!!!!

Selamat Ulang Tahun KREATif

Astari Maghfira_KREATif Bandung

Met Ultah, yaa..KREATif yang masih bayi!

Semoga:

+ oke

+ beken

+ bagus

+ maju

+ luas!

Oke.. oke..

Ayu DRS_KREATif Jakarta

Aduh aduh..KREATif lagi lucu-lucunya nih..

Met Ultah yang pertama ya!

Semoga makin kreatif seperti namanya,

makin luas,

makin disayang oleh seluruh anak Indonesia (lho??)

Semangat terus yah untuk merdekakan hak anak Indonesia!!

Hidup KREATif, hidup anak Indonesia!!!

Vicko Gestantyo Anugraha_KREATif Palembang

Met Ultah ya KREATif yang ke1,

Moga makin panjang umur n tetep eksis sebagai wadah kreatifitas anak Indonesia..hidup hak anak Indonesia!!!

I Gusti Ayu Sri Gayatri Kancana Dewi_KREATif Mataram (NTB)

HAPPY BDAY BUAT KREATif!

Kalo tumpengan jangan lupa dipaket ke Lombok!

Semangat n maju terus KREATif!

Nuri Mandan Sari_KREATif Bali

HaPpy uLang tA0n to KREATif

smOGa makin Oke.,

maKin mAntAb,,

maKin hEboH,,

paStinya maKin kreatif kaya namanya,

n’ bisa jadi insPiRasi buat smUa orang,,amin ^_9

KREATif Bandung: untuk Syekh Puji

Debbora Margaretha

Memberi komentar tentang kasus pernikahan Syekh Puji (40-an tahun) dan seorang anak yang bernama Ulfa ini (12 tahun), saya akan sedikit mengutip pandapat seorang filsuf yang berbunyi ”sesuatu akan jadi baik jika dilakukan tepat pada waktunya”

Tentunya pasti kita setuju dengan pendapat ini dan tentunya juga kita sepakat pastinya bahwa masa anak-anak adalah masa terindah dalam hidup kita, masa dimana kita belajar banyak tentang kehidupan, berlomba-lomba mencari ilmu dan pengetahuan serta merasakan bagaimana indahnya dunia yang diciptakan oleh sang pencipta bagi kita. Dan masa seusia Ulfa inilah adalah kesempatan yang paling tepat untuk kita semua mencapainya. Apakah kita bisa yakin jika pada saat Ulfa ini telah berstatus “telah milik orang” ini masih bisa merasakan indahnya masa anak-anaknya???? Mungkin Ulfa sendiri terlalu sibuk nantinya dengan urusan keluarga dan rumah tangganya. Dan secara biologis, apakah tepat anak seumuran ini menjadi seorang ibu yang akan mendidik anak-anaknya??? Jika ini adalah prinsip hidup dari Syekh Puji, tentunya mungkin bapak temasuk orang teraneh didunia ini…….

Hendra Wangsa

Mengenai kasus Syekh Puji ini, kalo sedikit mengacu pada konteks agama, agama tidak mempermasalahkannya asal sesuai ketentuan saja, dan saya rasa mungkin Syekh Puji tentu lebih mengerti daripada saya. Tapi untuk kondisi sekarang ini, rasanya kurang lumrah untuk dilakukan. Masa’ anak usia 12 tahun menikah dengan kakek-kakek 40 tahunan, masa’ seorang anak yang seharusnya duduk manis dibangku sekolah harus menenteng suami dan anak-anaknya pada suatu waktu.

Pada dasarnya ini bukan masalah pantas atau tidaknya untuk dilakukan, tapi melihat hal ini, perilaku ini masih dianggap ketidakwajaran atau ketidak normalan dari ‘kakek” ini. Kalau saja alasan kakek ini menikah dengan Ulfa ini untuk mencari pengganti sekaligus penerus perusahaannya, kenapa tidak dijadikan saja “Ulfa” ini sebagai anak angkat. Jangan mengatasnamakan agama atau alasan sosial lainnya hanya untuk menutup ketidaknormalan ini.

Dhimas H

“Anak-anak tetaplah seorang anak-anak”

Walaupun perempuan yang telah baligh telah bisa dianggap dewasa, tapi pada konteks ini “Ulfa” masihlah tetap anak-anak, tidak mungkin secara cepat menjadi dewasa atau secara “karbitan” jadi orang dewasa, walaupun pada kasusnya phisicly dan pemikirannya telah dewasa. Secara psikologi, tahap perkembangan pada diri sesorang tidak dapat dipercepat atau diperlambat, atau mungkin untuk dikendalikan, dengan resiko tidak sesuai dengan yang diinginkan. Bayangkan saja seorang Ulfa anak yang berumur 12 tahun harus mengganti alat-alat tulis di tangannya dengan alat kontrasepsi!!!!

Bambang Purnama Hadi

Satu atau dua hari lagi……atau….

Dua atau tiga minggu…….lagi…..

Kita belum tahu efek negatif buat anak ini…

Tapi apa kita bisa jamin…….

Dua atau tiga tahun lagi….

Kondisi psikologi anak ini tetap seperti biasanya….

Wisnu

Menurut saya adalah hal yang tak bisa dibenarkan alasan Syekh ini berbuat seperti ini karena untuk mengikuti sunah dari nabi Muhammad, karena jika Syekh ini benar-benar ingin mendidikasikan pada agama, toh masih banyak lagi sunah-sunah nabi yang lebih diutamakan. Nabi Muhammad menikah dengan Aisyah yang ketika itu masih berumur 9 tahun dengan alasan-alasan khusus, apa Syekh bisa jamin alasan Syekh menikah dengan anak ini selain karena alasan paedophilianya????

Ratna Ayu Nariswari

Menurut saya, secara tegas saya katakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh Syekh ini diluar batas kewajaran dan diluar kemanusiaan. Harga diri saya sebagai seorang perempuan rasanya telah hina diinjak-injak atas perlakuan Syekh ini. Walau bagaimanapun usia Ulfa masih sangat belia sekali untuk menjadi seorang pendamping hidup bagi orang lain, sekalipun laki-laki terpandang didunia ini yang minta menikahkannya, jangan pernah menganggap bahwa derajat perempuan lebih rendah dari laki-laki, sehingga laki-laki (Syekh_red) semau hati mempermainkannya. Saya berpikir, seorang wanita dewasa saja masi tetap merasa kesusahan ketika mengandung seorang anak, apalagi seorang anak seumuran itu yang juga harus mengandung anak??? Masih banyak kok, wanita-wanita “berumur” yang pantas dan cocok jadi pendamping Syekh ini. Dan tentunya masa anak-anak adalah suatu masa yang paling berharga dalam hidup seseorang, tidak bisa terganti oleh apapun, sekalipun itu uang 3 milyar. Dan seharusnyalah anak-anak dapat diekplorasi bakatnya bukan malah diekploitasi…..

Sari Devi Okzelia

Ini adalah bukti bahwa dunia anak yang ada sekarang belum terbebas dari belenggu penjajahan orang-orang dewasa yang lebih berkuasa dan dunia yang ada sekarang ini tak aman lagi bagi kita…….. anak-anak……

Fahmi Taufiqulhadi

Menurut saya, bagi masyarakat Indonesia, pernikahan ini bukan hal yang luar biasa lagi, karena sudah sejak zaman dulu kala, kakek-nenek kita atau para sesepuhnya juga menikah ketika rata-rata seumuran Ulfa ini. Tapi untuk zaman sekarang, hal ini telah menjadi mimpi masa lalu negeri ini, hal ini telah dianggap ketinggalan zaman. Masa anak-anak adalah masa paling indah dalam hidup kita, kita semua pasti menginginkannya dan tidak mau masa anak-anak kita dirusak oleh siapa pun, dan mungkin termasuk juga Syekh puji ketika kecil dulu???

Indah Riezky Pratiwi

Dasar orang gila….

Sudah gila harta….gila hormat….

Sekaligus gila nafsunya…..

Wong cilik kok diembat juga……

Irma Suryanti

Kok ada sih orang tua yang tega membiarkan hal ini terjadi????

Anak adalah harta dunia yang paling berharga yang harus dirawat dan dijaga….

26 November 2008

FUN dengan FAN

Beberapa waktu lalu, Deputi Perlindungan Anak beserta Kementrian Pemberdayaan Perempuan menyelenggarakan Forum Anak Nasional (FAN). Tepatnya dilaksanakan di Hotel Safari Garden-Cisarua, Bogor, 24-27 Juli 2008. Sungguh merupakan sebuah kehormatan bagi KREATif karena diperkenankan untuk mengirimkan perwakilan untuk turut serta dalam Forum tersebut. Perwakilan itu adalah Gayatri(NTB), Raisa(Bekasi), saya sendiri Aditya(Jakarta), dan didampingi oleh Mas Tarto (YKAI).
Forum ini diikuti oleh 72 orang yang terdiri dari 37 anak dan 33 peserta dewasa/pendamping mewakili : kab. Boyolali, kota Surakarta, kab. Sleman, kota Yogyakarta, propinsi DI Yogyakarta, kab. Tulungagung, kab. Sidoarjo, kab. Pacitan, kab. Ponorogo, kota Surabaya, propinsi Jawa Barat, kab. Tanggamus, propinsi Sumatera Barat, propinsi Sumatera Utara, kota Batam, propinsi Maluku, kab. Gianyar, prop. Bali, kab. Sumba Timur, kab. Maumere, kab. Sumba Barat Daya, kab. Sumbawa, propinsi Nangroe Aceh Darussalam, propinsi Sulawesi Selatan, propinsi Jambi, propinsi Riau, propinsi Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, dan pusat.


Hari Pertama, 24 Juli 08

Acara dimulai pada sore harinya yaitu setelah hampir semua peserta berkumpul. Acara awal yang difasilitasi oleh Bpk.Suma Mihardja (Konsorsium Capil), Bpk.Setiadi Agus (YKAI) dan Bpk.Hendra Jamal (KPP) ini diisi dengan perkenalan peserta dan juga kesepakatan kontrak belajar selama forum dilaksanakan.

Acara pembukaan dilaksanakan pada malam harinya yang diisi dengan sambutan dari Staff Ahli Bidang Agama Menteri Pemberdayaan Perempuan, laporan panitia, beserta doa. Acara dilanjutkan dengan pembagian kelompok dan tugas untuk mendiskusikan permasalahan anak didaerah.

Hari Kedua, 25 Juli 08

Materi pertama di hari kedua ialah materi Pengenalan Diri yang difasilitasi oleh Kak Susan dari YKAI. Selanjutnya ialah acara berbagi pengalaman menghadapi Bencana Alam Gempa oleh Crisna(DIY) dan Joko(JaTeng). Dalam sharing kali ini, kak Crisna dan kak Joko berbagi pengalaman mereka mengenai Gempa. Baik itu persiapan menghadapi gempa, cara berlindung, dsb. Acara menjadi semakin meriah karena kak Crisna mengadakan kompetisi kecil dadakan untuk memperebutkan salah satu wayang golek miliknya. Bagi yang menginginkannya diharuskan untuk menjadi yang paling seru dalam menyanyikan dan menarikan lagu Tarik Tambang ala kak Joko.

Kemudian acara dilanjutkan dengan materi Komunikasi dan Kepemimpinan oleh Kak Irma (Save the Children UK).
Sore harinya menjelang Magrib, acara dilanjutkan dengan pemaparan berupa diskusi mengenai peta kegiatan partisipasi anak dan lembaga layanan terpadu peduli anak.

Malam harinya, Raisa KREATif sebagai salah satu anak peserta Lokakarya Penyusunan Buku Saku UU PTPPO berbagi pengalaman tentang proses penyusunan buku saku sosialisasi UU PTPPO untuk anak. Setelah itu, ada pula sedikit pengenalan tentang apa itu KREATif oleh Raisa, Aditya, dan Gayatri KREATif.

Hari Ketiga, 26 Juli 08

Hari ketiga diawali oleh sharing pengalaman menjadi Pemimpin Muda Indonesia (PMI) oleh Kadek Doi (Bali), Asep Ramdhani (Jawa Barat) dan Joko Sukamto (Jawa Tengah), dilanjutkan dengan diskusi mengenai pemilihan PMI difasilitasi oleh Budi R (Impact Indonesia). Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemutaran film mengenai partisipasi anak dan dipandu mengenai pembahasannya oleh Nanang AR (Plan Indonesia).
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok mengenai Tindak Lanjut Forum Anak Nasional setelah itu perwakilan tiga orang dari tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi untuk kemudian didiskusikan kembali bersama-sama.

Malam harinya menjadi malam penutupan dan juga malam yang ditunggu-tunggu. Setelah berakhirnya acara penutupan oleh Deputi Perlindungan Anak, Panitia mempesiapkan refreshing yang sangat menyenangkan yaitu dengan adanya Safari Night di Taman Safari.

Hari Keempat, 27 Juli 08

S a y o n a r a

FAN merupakan pengalaman yang berharga bagi saya. Dalam waktu 4 hari 3 malam, saya belajar banyak akan banyak hal pula terutama segala sesuatunya mengenai Anak. Materi, Sharing, teman-teman baru, cerita baru, canda dan tawa menjadi komposisi utama dalam FAN. Sungguh FAN merupakan pengalaman yang berharga bagi saya dan KREATif tentunya. Sangat FUN dalam FAN


Aditya Gilank Pratama_KREATif Jakarta

Teganya... Teganyaa..

Bicara mengenai kasus yang menimpa pada Ulfa, seorang anak usia 12 tahun yang menikah dengan seorang kakek berumur 40-an, saya cuma bisa berkomentar sedikit...

Kalau dipandang dari segi agama....pastilah ilmu agama bapak lebih baik dari saya

Kalau dilihat suksesnya kehidupan bapak sekarang.....saya cuma bisa salut atas kehebatan bapak...

tapi kalau dinilai dari segi kemanusiaannya......maaf pak, InsyaAllah saya bisa lebih baik dari bapak...

Saya tak akan tega menikah dengan anak yang seumuran Ulfa ini....

Karena anak seumur itu belum cocok untuk memegang alat kontrasepsi dan popok bayi....

Alangkah teganya bapak menghancurkan masa depan anak sekecil itu....

perlu bapak ketahui bahwa masa anak-anak adalah masa yang terindah bagi setiap orang, dan pastinya kita tak rela jika masa itu dirusak oleh siapa saja....

Apakah bapak pernah berpikir bahwa bagaimana ketika kecil dulu Anda mau dinikahkan dengan nenek-nenek tua yang kaya raya??? apa bapak mau....

Dan untuk orang tua Ulfa.....saya katakan bahwa Anda adalah orang yang gagal dalam hal mendidik anak Anda....Anda sungguh keterlaluan

Buat negaraku....ini bukti bahwa anak-anakmu masih terjajah kedudukannya di muka bumi ini....

Suhaili, KREATif Bandung

13 November 2008

Pahlawan na Pah Lawan???

Sajak Bingung

Ayu DRS_KREATif Jakarta

Kumbang dan kembang

butuh kimbang

dalam kambang

agar tak kombang

Kambing saja kembing

jika kombing

saat tak kumbing

minum kimbang sampai kembung

lalu hangurlah kambungnya

tergerus kombung

dan…

ah! kumbungnya pun kimbung

Itu dia!!!

Kimbeng datang

bawa kembeng

yang kombeng

berkambeng kumbeng di atasnya

Aih..aih..kembong nian si kimbong!

Kombongnya padan

di kumbong sandang

pincut kombong

Tolong, Tuhan!

Tohan nangannya!

Kami tak tahan

main tehan

dalam tihan

Sajak ini

sejak tadi

sujak kami

sojak kali

sijak naluri

Bingunglah tak bangung

putar bengung

jalan bongung

bungung pasrah

Pihlawan catok pohlawan

Sak puhlawan

a………

maki ni pehlawan

Pahlawan na Pah Lawan?

?????

Mari gali gila tak gula

Lha?

Na lah gola si gela?

12 November 2008

There Must Be More To Life Than This

Ya... sepertinya menikah muda bukan pilihan hidup saya...

Tak pernah terpikirkan... karena di keluarga saya sendiri, pernikahan bukan kewajiban, melainkan pilihan hidup.


Ada lagu dari Freddie Mercury judulnya "There Must Be More To Life Than This"
Rasanya bagus untuk kita renungkan isi liriknya! Apa arti hidup ini...


There must be more to life than this
There must be more to life than this
How do we cope in a world without love
Mending all those broken hearts
And tending to those crying faces

There must be more to life than living
There must be more than meets the eye
Why should it be just a case of black or white
There must be more to life than this

Why is this world so full of hate
People dying everywhere
And we destroy what we create
People fighting for their human rights
But we just go on saying c'est la vie
So this is life

There must be more to life than killing
A better way for us to survive
What good is life, in the end we all must die
There must be more to life than this

There must be more to life than this
There must be more to life than this
I live and hope for a world filled with love
Then we can all just live in peace
There must be more to life, much more to life
There must be more to life, more to life than this

10 November 2008

Pendapat Gladistria di Jogja Tentang Pernikahan Syekh Puji dan Ulfa

Aneh-aneh aja ya jaman sekarang, adaa aja kejadian-kejadian enggak normal kayak pernikahan Syekh Puji sama Ulfa itu. Rasanya kayak kembali ke jaman Siti Nurbaya gitu... Di usia yang masih sedikit itu harusnya kan belajar dan menikmati masa muda dengan berprestasi juga berkreasi. Masa ya nikah? kalo aku jadi Ulfa, waduuh mending minggat deh... hidup kan cuma sekali, masa cuma abis di pernikahan doank. Aku heran deh, kalo emang motivasinya untuk membiayai pendidikan, mengapa harus dinikahi? dijadikan anak asuh kan juga bisa to? Dan kalo emang yang dijadikan panutan itu Rasulullah, mengapa cuma diambil enaknya saja? Istri banyak waktu itu kan bukan karena Rasulullah seorang playboy, melainkan karena ada beberapa kasus. Misalnya para janda korban perang, dinikahkan tujuannya agar mereka terurus, juga biar anaknya tidak jadi yatim...

Moga-moga aja Ulfa nikah ama Syekh Puji bukan karena paksaan dan harta ya... harta, kekayaan segede apapun kan cuma sarana buat hidup dan semua itu bisa dicari... yang paling penting tu bahagianya dulu....

Eh, tapi kayaknya nikah dini tu next project remaja masa kini ya, terbukti di usia yang masih amat sangat muda mereka sudah sibuk cari jodoh. Coba sana, coba sini. Ya kan ? hehe..